My Dream Girl


Film maupun drama serial yang bertemakan kisah klasik Cinderella dalam berbagai versi bukanlah suatu hal yang aneh dan asing lagi. Kisah gadis miskin yang kemudian oleh bantuan peri pelindung dapat menjadi pendamping putra mahkota ataupun kisah seorang putri terbuang yang kemudian ditemukan oleh keluarganya yang kaya raya ataupun ide-ide senada sudah pernah muncul baik pada sinema produksi Korea, Jepang, maupun Taiwan.

Seperti film yang satu ini. My Dream Girl, yang memasangkan Vicki Zhao dan Ekin Cheng, bercerita tentang seorang putri terbuang yang akhirnya ditemukan lagi oleh ayah kandungnya.

Zhang Tian, sang ayah, adalah seorang milioner sukses yang kembali ke China setelah bertahun-tahun merantau ke negeri paman Sam. Suatu hari Zhang Tian bertemu kembali dengan putri tunggalnya, Zhang Ning, yang telah lama terpisah darinya. Zhang Ning yang selama ini hidup di daerah kumuh memang tidak mengerti sama sekali soal tatakrama. Dari cara bicara sampai cara berpakaiannya yang acak-acakan memberi kesan gembel murni pada gadis ini . Untuk itu Zhang Tian bertekad ingin mengubah putrinya ini menjadi seorang ‘lady’.

Diupahlah seorang image director untuk memperbaiki dandanan Zhang Ning, mengajarinya tata krama, sopan santun sekaligus memberikan semacam kursus kepribadian singkat. Joe lah yang terpilih untuk tugas ini.

Sebenarnya Joe bukan seorang image director asli. Joe, setelah berkali-kali dipecat dari pekerjaannya, demi untuk tetap bertahan hidup di Shanghai menerima kesempatan emas untuk merubah penampilan Zhang Ning. Namun karena pada dasarnya Joe bukanlah seorang ahli dalam bidang ini, jadilah Zhang Ning seperti lahan percobaan untuk Joe. Karena kedekatan mereka selama penggemblengan Zhang Ning, hubungan antara guru dan murid inipun akhirnya berkembang lebih dari yang diharapkan. Namun status yang berbeda memperumit keadaan. Cinta ya manis di antara mereka akankah dapat terus dipertahankan?

Secara jalan cerita film ini sudah cukup bagus dalam penyusunan plot dan penyelesaian dengan ending yang manis. Sayang ide kisah Cinderella yang diketengahkan sepertinya biasa saja dan tidak ada sesuatu yang ‘wah’. Pemilihan Vicky Zhao untuk memerankan si gembel sebenarnya tidak mengecewakan, meskipun memang terkadang emosinya kurang keluar. Yang membuat film ini datar justru Ekin Cheng nya. Entah kenapa saya tidak dapat menikmati actingnya yang untuk kelas actor senior mestinya tak diragukan lagi. Ekin Cheng selain terlalu ‘mature’ untuk tokoh Joe, pada beberapa scene nya sebagai image director tampak kaku dan seperti kurang menjiwai peran Joe ini. Chemistry dua orang inipun tak berhasil mengharubirukan hati saya meskipun ending yang manis tadi juga diselipkan dengan kata-kata cinta yang menyentuh. Untuk itu, 2 bintang saja dari saya.

Sutradara: Yip Wai Wan
Pemain: Ekin Cheng (Joe), Vicky Zhao (Zhang Ning)
Release: 2003

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s