Death Trance


Mulanya saya tertarik untuk menonton film ini karena membaca sinopsis di belakang cover DVD nya. Didukung ilustrasi di cover itu sendiri, saya membayangkan bakal menyaksikan atraksi-atraksi martial art kesukaan saya. Dan ternyata asumsi saya ada benarnya, walaupun tidak 100% demikian. Sedikit kecewa malah menonton film ini karena ide cerita yang kurang dieksplorasi.

Bercerita tentang perebutan sebuah peti jenazah yang dipercayai akan mengabulkan apapun permintaan si pemiliknya. Peti jenazah ini dicuri dari Kuil Barat yang terpencil dan setelah itu menjadi rebutan orang-orang yang berhasrat untuk mewujudkan keinginannya. Adalah seorang pendeta muda yang dilimpahi amanat oleh pemimpin kuil yang sekarat untuk mengembalikan peti ini ke kuil, meskipun si pendeta muda tidak punya kemampuan beladiri yang cukup, namun berbekal tekad kuat si pendeta ini berkelana kemana-mana untuk mewujudkan misinya. Adalah seorang pendekar bernama Sid yang juga memburu peti ini demi mewujudkan permintaan untuk menghidupkan kembali anak perempuannya yang telah meninggal. Adalah Yuri, malaikat yang telah dibuang ke bumi, juga mengejar peti ini untuk membalaskan dendamnya pada si empunya peti.

Si pencuri peti sendiri juga menginginkan peti jenazah itu untuk mewujudkan permintaannya. Kocaknya permintaan si pencuri ini (disebut sebagai “the coffin man”) cuma satu, “Dipertemukan dengan orang paling kuat sedunia untuk mengadu siapa yang paling kuat dan paling hebat di antara mereka”. Ambisius, sembrono, digjaya, dan tak kenal kata ‘takut’ adalah karakter “the coffin man” yang diperankan oleh Tak Sakaguchi ini. The coffin man dalam perjalanannya selalu diikuti oleh seorang bocah perempuan yang ternyata punya nafsu makan sama besarnya dengan the coffin man ini. Diperlihatkan di salah satu scene mereka berdua masing-masing bisa menghabiskan satu ekor ayam tanpa bersisa sedikitpun daging yang melekat pada tulangnya. Kocaknya lagi, di salah satu restauran, ketika mereka memesan makanan dan minuman, si coffin man ini justru yang meneguk segelas susu sementara si bocah cilik lebih memilih anggur merah. Saya sebenarnya tidak mengerti adegan ini maksudnya apa, namun karena film ini bergenre fantasy jadi saya maklumi saja. Termasuk dengan jenis-jenis senjata yang digunakan para petarung di dalam film ini yang mestinya untuk setting tahun 1500 an hanya menggunakan pisau, pedang, atau yang sejenisnya, malah beberapa di antaranya menggunakan senapan, pistol, granat sampai bazoke. The coffin man sendiri punya senjata pamungkas berupa senapan dengan dua lubang tembak (saya gak tau jenis senapan ini apa namanya). Namun lagi-lagi, dapat dimengerti karena unsur fantasynya yang kental, anything can actually happen, right?


The coffin man


Pertarungan the coffin man dengan godness of destruction
(pertarungan yang aneh?)

Ending ceritanya sudah tepat. Peti jenazah itu sendiri ternyata berisikan arwah dewi pengrusak (Godness of Destruction) yang telah dikurung oleh pendeta-pendeta kuil karena selalu berbuat kerusakan di muka bumi. Kehancuran akan terjadi kalau si dewi ini dilepaskan. Dan ternyata bocah perempuan tadi adalah perwujudan manusia dari sang dewi. Ketika si dewi ini lepas, pertarungan hebatpun terjadi. Siapa yang menang dan siapa yang kalah, silahkan temukan jawabannya dalam “Death Trance” ini. Namun saya tidak merekomendasikan film ini bagi sesiapa yang kurang sabar terhadap adegan-adegan laga tanpa maknašŸ™‚

Suadara: Yuji Shimomura
Pemain: Tak Sakaguchi, Kentaro Seagal, Takamasa Suga
Release date: 12 Mei 2005

2 thoughts on “Death Trance

  1. i dunt think so…
    so phatetic u dunno d deep inside of this film..
    ini tuch khas film Jepang banget..
    Film bukan untuk dimengerti tapi untuk dinikmati, so santay aja lagi.. Q’ren bgt ni film,dan didukung dengan musiknya yg jg khas Jepang bgt.. En pertarungannya juga seruu abiz. Bukannya tanpa MAKNA!

  2. mungkin maksudnya bukan tanpa makna, tapi
    karena setting ceritanya yang emang gak jelas
    jaman legenda, atau jaman sekarang..

    kalo gue pribadi, gue suka sama film ini,
    but then again, it’s all about taste..rite?

    ^__^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s