Densha Otoko (Train Man)


A true love story

Densha otoko alias train main yang ini merupakan versi movie dari dorama Jepang dengan judul yang sama. Ide ceritanya pun sama, berkisar tentang seorang otaku yang jatuh cinta pada seorang wanita ayu yang diselamatkannya di atas kereta.

Si densha otoko ini tadinya adalah seorang otaku murni yang tidak bersosialisasi dengan sekitarnya (bahkan teman-teman kantornya), computer freak yang tidak pede-an, kononlah lagi punya teman kencan, sehingga sehari-hari si densha otoku ini hanya bersosialisasi dengan teman-temannya di sebuah forum chat internet.

Ketika cinta mulai menyentuh hatinya, dengan bantuan teman-teman forumnya tadi si densha otoko mulai berubah. Dipandu teman-teman forummya, dari mulai mengganti kacamatanya dengan lensa kontak, merubah gaya berpakaiannya, mengganti model rambutnya, dilakoni sang densha otoko demi untuk menarik perhatian ‘Hermes’ (panggilan untuk wanita yang diselamatkannya tadi). Meskipun sangatlah tidak mudah, namun kekuatan tekad dan bantuan dari teman-teman forumnya yang selalu memandu langkah demi langkah mengantarkan densha otoko ke perjuangan cintanya. Menariknya di sini, perubahan-perubahan yang dialami si densha otoko bukan hanya mempengaruhi dirinya namun juga teman-teman forumnya pun mulai tergerak untuk mengemasi hidup masing-masing terutama soal cinta dan keluarga.

Secara film ini bergenre komedi romantis, sisi romantisnya sedikit lebih kental terbaca dibanding sisi komedi itu sendiri. Meskipun romantisme di sini bukan yang ala ciuman hangat serta pelukan mesra novel-novel Harlequin (di akhir cerita memang terselip adegan ciuman ini) tapi makna dan nilai cinta yang diketengahkan di sini membingkai romantisme tersediri.Secara film dengan cerita yang berbasis dunia maya juga bukan ini yang pertama (pada tahun yang sama juga ada film India seperti ini, tapi saya lupa judulnya), namun saya melihat dari awal sampai akhir film ini cukup original. Mengingat kebiasaan-kebiasaan orang Jepang yang memang sering menggunakan jasa kereta (MTR) dalam keseharian mereka, tampaknya kejadian seperti ini memang lumrah ada.


Before…


After…

Secara film ini juga dibuat dalam bentuk dorama, dengan ide dan jalan cerita yang sama namun pemainnya berbeda, saya belum bisa mengkomparasi mana satu yang lebih baik dan lebih pantas dapat bintang lebih. Untuk komposisi suatu film rasanya Densha Otoko versi movie ini sudah cukup padat mengetengahkan kehidupan sang otaku, meskipun kalau saya baca dari review-review doramanya ternyata lebih kompleks dan ruwet lagi yang dihadapi tokoh kita ini.Tokoh-tokoh lain yang terlibat di versi filmnya juga sepertinya tidak sebanyak yang muncul di dorama, dan memang kurang kentara perubahan yang dibawa si densha otoko ke teman-temannya selain kepada sepasang suami istri yang awalnya dingin, kepada seorang suster yang sepertinya kehilangan anaknya, kepada seorang nerd penyendiri (diperankan oleh Eita!), dan kepada tiga orang otaku penjaga toko buku.

Secara penokohan, acting Takayuki Yamada cukup memuaskan saya. Meskipun disayangkan beberapa pihak, wajahnya yang aseli cakep kurang mendukung untuk peran otaku ini (tidak seperti di doramanya yang memang otaku banget!). Untuk pemeran Hermes saya juga cukup puas, meskipun Nakatani Miki kurang terkesan glamour nya tapi keayuannya dan kelembutan Hermes cukup terpancar dari karakter yang diperankan Miki ini.Complain saya tentang Densha Otoko versi film ini mungkin seputaran soundtracknya yang agak gak pas, apalagi di adegan terakhir si densha otoko mengaku cinta pada Hermes. Selain itu, kostum teman-temannya si densha yang tiap muncul tidak berganti-ganti membuat saya heran juga, apakah hal ini terluput atau memang sengaja untuk menggambarkan secara lebih lengkap ke-otakuan tokoh-tokoh tersebut? Afterwall, worth watching juga lah. So i give it 4 stars🙂

Sutradara: Shosuke Murakami
Pemain: Takayuki Yamada (Train Man / Densha Otoko), Miki Nakatani (Hermes), Eita (Hirofumi), Tae Kimura (Michiko, ibu rumah tangga), Ryoko Kuninaka (Rika, suster), Kuranosuke Sasaki (Hisashi, business man).

Release date: September 2006

5 thoughts on “Densha Otoko (Train Man)

  1. film ini nyentuh banget …

    cowok yang tulus banget kaya githu kan langka bnget …
    kasian bnget waktu dia nangis ,,kaya anak kecil..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s