Across The Years


Pengejawantahan novel ke layar lebar sepertinya bukan hal baru lagi dalam dunia perfilman Asia. Salah satu contohnya film ini, yang merupakan adaptasi langsung novel karangan Chung Jong Lee. Bercerita tentang dua orang saudara angkat yang sedari kecil hidup dari musik dan lagu tradisional Korea. Ayah angkat mereka yang begitu berambisi untuk menjadikan mereka seorang penabuh drum dan penyanyi terkenal mendidik abang beradik ini dengan keras dan disipliner. Sampai ketika dewasa, Dong Hoo sang abang yang tidak puas dengan kemiskinan mereka memberontak dan melarikan diri dari rumah. Beberapa tahun berselang Dong Hoo berusaha mencari sang adik Song Hwa yang dikabarkan telah menderita sakit parah dan menjadi buta karenanya. Beberapa orang yang mengenal ayah Dong Hoo mencurigai sang ayah sengaja menambahkan ramuan ‘buja’ yang memang dapat membutakan mata Song Hwa dengan tujuan agar Song Hwa lebih menghayati nyanyiannya setelah menjadi buta. Dong Hoo yang mendengar hal ini menjadi sangat marah dan semakin membenci ayahnya. Dong Hoo berusaha mencari Song Hwa kemana-mana, dan setelah genap delapan tahun perpisahan mereka, Dong Hoo secara tak sengaja bertemu dengan sang adik yang sedang bernyanyi dalam sebuah pesta. Sejak itu abang beradik ini sering terpisah namun kemudian dipertemukan kembali oleh takdir. Jalan hidup yang mereka jalani, meskipun jauh berbeda namun masih tak lepas dari garis tangan mereka yang sudah menyatu dengan musik. Song Hwa menjadi penyanyi yang dikenal orang banyak sampai akhirnya diangkat menjadi istri kedua oleh seorang kakek kaya raya, sementara Dong Hoo hidup sebagai penabuh drum dari satu bar ke bar yang lain untuk menghidupi istri dan anaknya.

Waktu berlalu, Song Hwa yang telah menjadi janda meninggalkan kehidupan mewahnya dan kembali berkelana serta meneruskan bernyanyi dari satu tempat ke tempat lain. Dong Hoo sendiri yang ingin membuatkan rumah khusus orang buta untuk adiknya, menerima pekerjaan di negara lain agar mendapatkan uang banyak. Meskipun akhirnya cita-cita Dong Hoo tercapai namun ternyata takdir sedang tidak berpihak padanya. Dong Hoo dan Song Hwa, meskipun terpisah jarak, namun musik selalu menyatukan hati-hati mereka.

Film ini bukan termasuk film yang sulit dicerna. Dengan melihat pemaparan cerita yang kronologikal sebenarnya saya sudah dapat membaca alur dan mengerti dengan jelas emosi yang dialami dua karakter utama di sini. Dong Hoo sejak kecil memang menaruh perhatian khusus yang lebih dari sekedar seorang abang ke adiknya, sedemikian juga Song Hwa yang meskipun menikahi orang lain, tetap saja hatinya merasa perih ketika mengetahui Dong Hoo menikah dan mempunyai seorang putra. Namun emosi yang diselimuti cinta di antara dua karakter kurang kuat terlempar ketika setelah delapan tahun perpisahan, pada pertemuan mereka bahkan tidak menitikkan air mata sedikitpun. Entah itu luapan haru, sedih atau bahagia, ekspresi yang justru sangat datar jadi terkesan janggal di mata saya.

Secara penggambaran situasi yang diurut mulai dari tahun 1940an sampai tahun 1970an pada film ini sepertinya tidak berhasil membawa saya pada pengalaman serupa ketika saya menonton “Capital Scandal” yang mengambil setting tahun 60an. Mungkin alam pedesaan yang menjadi latar utama yang menyebabkan hal ini. Meskipun penggunaan properti seperti TV hitam putih, kostum-kostum warna ‘kuburan’ serta peralatan makan sederhana telah digunakan untuk menyokongnya, namun seperti masih ada yang kurang saja. Misalnya penggunaan koran-koran lama atau gambaran lain yang lebih mendukung suasana perubahan Korea sekitar tahun 1960-1970an itu.

Yang menarik dari film ini justru ending cerita yang implisit banget. Seperti melihat kembali ending “3 iron” yang juga pasti akan membingungkan penonton yang berpikir ‘lurus’ mengenai keseluruhan isi ceritanya, pada film ini saya menemukan hal yang sama. So, untuk kemasan yang pas-pasan ini pun saya hanya bisa menyuguhkan 2.5 bintang.

Sutradara: Kwon Taek I’m
Pemain: Hyeon Jae Jo (Dong Hoo), Jung Hae Oh (Song Hwa)
Release: 28 Juli 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s