The Classic


Siapa sih tidak tahu “My Sassy Girl”, film fenomenal yang mencomblangi beredarnya film-film dan drama serial Korea di Indonesia? Kwak Jae Yong sangat sukses meramu ide cerita yang biasa dengan bumbu-bumbu komedi dan romantisme remaja pada waktu itu. Beberapa penghargaanpun sempat digondol film ini diajang perhelatan insan perfilman Korea.

Dengan ambisi untuk mengulang kesuksesan yang sama, Kwak Jae Yong telah merangkai “The Classic” ini pada tahun 2003. Diperkaya dengan bumbu persahabatan dan double layer background, film ini tadinya diharapkan dapat mengimbangi bahkan menyaingi pendahulunya. Tapi ternyata banyak kekurangan yang sepertinya bersumber pada tidak matangnya script dan persiapan kru-kru yang terlibat. Film ini meskipun dapat menggugah perasaan yang menonton, tapi terasa hambar. Adegan-adegan pakem film korea dan blooper yang bertebaran dimana-mana semakin memperjelas kehambaran film ini. “The Classic” benar-benar menjadi film klasik yang tidak mengikut pada perubahan tempo dan pesatnya perkembangan industri perfilman Korea pada tahun itu.

“The Classic” bercerita tentang Ji Hye, seorang mahasiswa yang diam-diam jatuh cinta pada Oh Sang Min, seniornya di kampus, yang juga ditaksir oleh teman dekatnya Suk Woo. Ji Hye kerap menemani Suk Woo untuk menemui Sang Min. Tanpa diketahuinya ternyata Sang Min juga memendam perasaan tersendiri pada gadis ayu ini.

Dalam film ini juga dikisahkan secara flashback tentang cinta segitiga antara ibu Ji Hye, tunangannya Tae Soo, dan cinta pertamanya Oh Joon Ha. Tae Soo yang ternyata berteman baik dengan Joon Ha tidak mengetahui kalau tunangan dan teman baiknya ini saling mencintai. Tae Soo sendiri awalnya tidak menyukai Joo Hee yang ditunangkan dengannya atas keesepakatan kedua keluarga mereka. Namun demi mengenal sosok Joo Hee yang menawan, cowok tinggi yang patuh pada orangtua inipun akhirnya juga jatuh hati pada Joo Hee. Joo Hee dan Joon Ha menghadapi dilema yang rumit. Di suatu sisi ada persahabatan dan kepercayaan yang ingin dipertahankan, di sisi lain ada cinta yang harus mereka perjuangkan. Joon Ha yang mengalah bergabung dengan pasukan militer dan diberangkatkan ke medan perang. Jee Hee yang selalu menunggu, beberapa tahun kemudian bertemu kembali dengan Joo Ha. Namun takdir punya rencana tersendiri buat mereka. Meskipun dalam kehidupan masa lalu mereka tidak berjodoh, kisah percintaan mereka berlanjut ke generasi berikutnya. Another happy ending story.


Sang Min dan Ji Hye

Seperti yang sudah saya tulis di atas, blooper yang bertebaran di mana-mana juga menjadikan nilai film ini semakin merosot. Yang terparah pada saat ending di tepi sungai, saat Ji Hye selesai menceritakan tentang sejarah keluarganya dan tiba-tiba Sang Min pun menangis sambil memperlihatkan sebuah kalung yang dikenakannya selama ini. Ternyata kalung itu adalah kalung milik ibu Ji Hye (Joo Hee) yang sempat diberikan kepada Joon Ha sewaktu mereka masih berkencan. Ji Hye tampak sangat terharu demi melihat kalung ibunya. Terang saja, siapapun yang menonton film ini akan bertanya-tanya, “Darimana Ji Hye tahu kalau kalung yang disodorkan padanya itu adalah kalung ibunya?” Sementara sepanjang jalan cerita film ini tidak pernah diperlihatkan bukti atau gambaran kalung si ibu kepada Ji Hye.Namun demikian gambaran persahabatan antara Tae Soo dan Joon Ha yang cukup menggugah perasaan di sini bisa dijadikan nilai plus tersendiri. Persahabatan mereka pada masa sekolah putra di zaman perubahan Korea dengan kerasnya pendidikan, kekakuan sistem pengajaran dan senioritas tinggi digambarkan dengan jelas pada film ini. Sedikit esensi sejarah pada zaman perubahan di Korea dapat terbayang setelah menonton film ini. Karena itu jika anda tertarik dengan ide-ide klasik percintaan dan romantisme asmara atau paling tidak ingin tahu bagaimana suasana asrama dan sekolah putra di Korea pada zaman perubahan, mungkin bisa melirik ke film ini.

Sutradara: Kwak Jae Yong
Pemain: Son Ye Jin (Song Joo Hee), Cho Seung Woo (Oh Joon Ha), Jo In Sung (Oh Sang Min), Lee Ki Woo (Yoon Tae Soo), Lee Sang In (Soo Kyung), Yang Hyun Tae (Suk Woo)
Release: 30 Januari 2003

10 thoughts on “The Classic

  1. Aku sukaaa… sekali dgn film ini
    Sweet…
    Adegan yg plg aku suka waktu Sang Min sengaja meninggalkan payungnya agar bisa bersama Ji Hye,sangat romantis
    Kisah cinta ibu Ji Hye juga mengharukan,di latar belakangi masa revolusi Korea
    Ostnya bagus…

  2. Gw ingin beli DVD film ini, tp dimana ya? Soalnya filmnya dah lama sih, gw sampai stres nyarinya. Tolong temen2 skalian bantu gw ya… Tq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s