Bad Couple


“Perjuangan demi mendapatkan gen terbaik se-Korea!”

Kehadiran drama serial Bad Couple di pertengahan tahun 2007 membawa angin segar tersendiri bagi para pecinta sinema Korea, terutama yang menyukai genre komedi romantis. Dengan ide cerita kontroversial yang dikemas apik dan manis drama ini selalu masuk jajaran 10 besar top rating televisi di negeri asalnya.

Bercerita tentang Kim Dang Ja, sosok wanita modern dan mandiri yang sehari-harinya bekerja sebagai editor sebuah majalah fashion terkenal di Seoul. Latar belakang keluarga Dang Ja yang broken home menjadikannya seorang wanita anti komitmen yang nyaris tidak membuka hatinya untuk pria manapun. Karir dan pekerjaan adalah inspirasi kehidupannya selama ini. Sampai suatu hari Dang Ja terpengaruh oleh ide “Miss Mom” yang pada saat itu menjadi topik utama pada majalahnya. Keinginan untuk memiliki sebuah keluarga kecil yang bahagia selaiknya dua teman dekatnya yang lain (Na Dol Soo dan Han Yeong), menjadikan Dang Ja bertekad untuk memiliki seorang putri kecil meskipun tanpa suami dan tanpa menikah. Dang Ja mencoba mencari donor sperma di klinik kandungan namun permohonannya ini ditolak karena melanggar undang-undang kesehatan di Korea. Dang Ja kemudian nekat mencari calon bapaknya melalui perburuan di pub-pub sampai melalui biro jodoh. Tak satupun pria yang muncul di hadapannya dianggap layak oleh Dang Ja. Sampai akhirnya Dang Ja secara tak sengaja bertemu seorang profesor botani yang tampan, baik hati, pintar, serta memiliki latar belakang keluarga yang bagus. Dang Ja pun mati-matian memikat profesor ini. Berbagai cara dilakukannya demi menjebak sang profesor agar dapat jatuh ke pelukannya untuk satu malam saja. Setelah berkali-kali gagal, dengan menggunakan akal bulus akhirnya Dang Ja berhasil mendapatkan bibit gen terbaik se-Korea yang sangat diinginkannya.


Memancing dengan segala cara



Termakan umpan!

Profesor Choi Gin Chan adalah pria jujur yang tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya setelah menghabiskan satu malam bersama Kim Dang Ja. Beberapa hari setelah kejadian itu, Gin Chan yang terus menerus dihantui rasa bersalahnya menemui Dang Ja untuk mengajaknya menikah. Alangkah kagetnya Gin Chan karena maksud baiknya ini ditolak oleh Dang Ja mentah-mentah. Tak hanya itu, Gin Chan pun seolah tersambar petir waktu Dang Ja mengatakan bahwa pengalaman one night stand mereka itu bukanlah suatu hal yang harus dibesar-besarkan. Pada kenyataannya, menurut pengakuan Dang Ja, Gin Chan adalah pria ke 17 yang pernah dia kencani.


Gi Chan yang membayangkan dirinya di deretan lelaki ke 17

Takdir Dang Ja dan Gin Chan ternyata tak putus sampai di situ. Kehamilan yang diharap-harapkan Dang Ja setelah pengalaman semalamnya bersama Gin Chan ternyata tidak berbuah hasil. Dang Ja pun kembali mencoba memikat pria polos ini dengan cara-caranya yang nekat. Sampai suatu malam yang tidak direncanakan, Dang Ja dan Gin Chan yang sama-sama mabukpun terlena. Namun kemesraan mereka malam itu, kali ini benar-benar berbekas di hati Gin Chan yang bertekad akan mendapatkan hati wanita istimewa tersebut. Dang Ja sendiri juga mulai menyukai Gin Chan yang memang tidak seperti pria kebanyakan yang dijumpainya. Gin Chan berhasil membuktikan kesungguhan hatinya yang membuat Dang Ja berani membuka diri dan tidak lagi takut akan komitmen hidup berumah tangga. Dengan janin yang dikandungnya, Dang Ja pun memberanikan diri untuk membiarkan Gin Chan memasuki kehidupan hari-harinya yang semula sepi.Takdir Dang Ja dan Gin Chan pun tidak semudah itu bersatu. Ada-ada saja masalah yang memperumit hubungan mereka. Dari pihak keluarga Gin Chan yang tidak setuju, adanya wanita lain yang telah dijodohkan dengan sang profesor sampai penyakit kanker yang diderita Dang Ja menjadi cobaan terberat dalam hidup mereka berdua. Dang Ja dihadapkan pada dua pilihan yang sama berat. Nyawanya atau kehadiran si buah hati yang selama ini sangat diidam-idamkannya. Dan setelah tujuh bulan berjuang, Dang Ja akhirnya berhasil membuat sebuah keajaiban. Another happy ending story..


Pasangan yang unik



Happy ending

Awalnya saya mengira Bad Couple ini akan melulu berisi adegan-adegan komedi dengan bumbu percintaan anak muda yang bakal bikin saya senyum-senyum sendiri. Namun ternyata, meskipun tidak jauh dari preview upcoming yang pernah saya buat di posting bulan lalu, drama ini lebih kental nuansa dramanya ketimbang komedi itu sendiri. Memang akan banyak sekali ditemui adegan-adegan komikal yang lucu dan menggelitik seperti yang sering saya jumpai di dorama-dorama Jepang, namun toh air mata saya lebih sering menetes ketimbang senyum atau tawa saya yang hanya tumpah ruah di awal-awal episode. Adegan-adegan Dang Ja yang tegar dalam menghadapi masalah berat dalam hidupnya, adegan dimana Gi Chan mengetahui tentang kehamilan Dang Ja dan adegan dimana Gi Chan berusaha menjadi tiang penopang untuk Dang Ja yang sedang berjuang melawan penyakitnya, touching banget!

Untuk jalan cerita, drama ini sebenarnya punya jalan cerita yang kuat. Meskipun kontroversial dengan ide-ide punya anak di luar nikah ataupun menjadi orang tua tunggal meskipun ada pihak yang bersedia bertanggung jawab, tapi tetap ada pesan moral yang dapat saya baca dari 16 episodenya. Terutama ketika dihadapkan pada cerita tentang dua orang teman dekat Dang Ja dan masalah keluarga mereka masing-masing. Yang satunya hidup pas-pasan tapi harmonis, yang satunya lagi hidup serba berkecukupan tapi suami berselingkuh sudah 2 tahunpun si istri sampai tidak tahu. Anak menjadi sentral pembicaraan di sini. Makna kehadiran seorang anak yang dapat menyatukan keluarga, dapat menjadi fasilitator pencipta kebahagiaan dan dapat menjadi motivasi hidup yang paling besar bagi seorang ibu, juga menjadi pesan moral yang dapat menjadi pembelajaran pemirsa.

Seperti drama-drama Korea lain, dalam drama yang satu ini juga ada adegan yang sepertinya bisa dibuang saja (tapi sayang?) karena tidak begitu bermakna terhadap keberlangsungan jalan cerita. Tapi mengingat (lagi-lagi) ini drama Korea yang memang sangatlah detail pada suatu waktu menceritakan satu karakter (namun bisa khilaf untuk karakter lain) saya jadi maklum-maklum saja dan masih boleh tahan lah 16 episode ini tanpa memencet tombol skip (tidak seperti waktu saya menonton “Oh Dal Ja’s Spring yang 22 episode itu!).

Untuk pemilihan peran saya kurang begitu sreg dengan beberapa pemain. Untuk karakter Kim Dang Ja memang sudah sangat baik diperankan Shin Eun Kyung. Nyaris tanpa complain malah kecuali tatanan rambut di awal-awal episode yang tiba-tiba sering berubah padahal masih dalam adegan yang sama (beda take nya kali ya?). Shin Eun Kyung ini in in fact adalah salah seorang aktris favorit saya. Sejak saya melihat penampilannya yang memikat di “Perfect Match” kemudian terkagum-kagum pada actingnya di “My Wife is A Gangster 1 dan 2” saya memang telah menunggu kemunculannya di drama serial. Ternyata meskipun sudah berumur, wanita yang sedang dihadapkan pada masalah perceraian dalam kehidupan sebenarnya ini tetap tampil prima. Keren!

Ryu Soo Young yang memerankan karakter Profesor Choi Gi Chan yang saya kurang sreg. Bukan karena actingnya yang tidak bisa menyaingi Shin Eun Kyung, tapi untuk memerankan karakter profesor muda (29 tahun) dan tampan sepertinya Soo Young kurang pas. Kalau kedua orang ini disandingkan malah kelihatannya Ryu Soo Young yang lebih tua dari Shin Eun Kyung. Saya lebih setuju kalau Lee Dong Wook tetap dipasang di sini (tadinya memang Wookie yang cast untuk peran ini tapi waktu sudah mulai shooting ternyata diganti Soo Young, fyi). Atau mungkin aktor kawakan Kwon Sang Woo yang sampai sekarang masih most wanted actor se-Korea.



Sementara untuk endingnya, lompatan waktu 6 tahun sejak adegan mendebarkan di depan kamar operasi sepertinya telah merusak ritme kepuasan dan ekspektasi saya terhadap drama ini. Bukan terhadap happy atau sad ending gonna be nya (saya juga tidak berharap tokoh Dang Ja meninggal di meja operasi) tapi lebih karena klimaks yang tiba-tiba seperti dikebiri. Meski happy tapi gak bikin WOW dan jadinya “ya gitu deh” saja.Untuk blooper meskipun ada beberapa yang cukup mencolok (seperti perut Dang Ja yang lebih berbentuk petak ketimbang bundar di episode 14) tapi masih dapat dimaafkan deh. Secara saya enjoy banget melihat actingnya SHin Eun Kyung dan chemistry orang berdua ini yang kadang-kadang nyambung kadang-kadang malah bikin bingung. Yang actingnya juga cukup memikat di sini adalah pemeran dokter Kim Sae Yun yang menjadi selingkuhannya dokter Kim Yeong Suk (suami temannya Dang Ja). Dari perawakan, pakaiannya dan cara dia membawakan peran antagonisnya sebagai wanita simpanan memang saya akui cukup berhasil bikin saya sebal setiap kali dia muncul. After all, saya bubuhkan 3.5 stars untuk Bad Couple yang not bad ini.

Pemain:
Shin Eun Kyung (Kim Dang Ja), Ryu Soo Young (Choi Gi Chan), Byun J

6 thoughts on “Bad Couple

  1. gw dah nuntunz…
    gi chan cakep bgt…
    tapi endingnya memang sedikit tidak memuaskan… tiba2 aja dah 6thn kemudian..

  2. gw lumayan stuju ma blog d atas,.,.,.,.
    tp, gw kurang stuju kl yg maen jd gi cHan kurang co2k,.,.,.
    mnurut gw, co2k2 az,.,.,.,.hehehhee
    cz dy ckp,.,.,.bikin suasana hati gw seneng,.,.,hahahaaa,.,.,.,..

Comments are closed.