Big Bang


Apa yang terjadi jika seorang buronan yang telah 10 tahun keluar masuk penjara bertemu dan menghabiskan satu malam bersama dengan seorang pegawai sipil yang naif dan selalu taat peraturan? Big bang!

Setelah pagi harinya dikacaukan oleh tuntutan cerai dari sang istri, mobil yang terperangkap di lapangan parkir dan memecahkan rekor terlambat ke kantor untuk pertama kalinya, Park Man Su harus dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa dirinya dipecat dari pekerjaan yang telah dilakoninya bertahun-tahun. Alangkah bingungnya Man Su karena sang pimpinan ternyata tidak punya alasan khusus atas pemecatannya ini selain Man Su yang dianggap membosankan dan terlalu kaku terhadap peraturan. Alasan yang sama dengan yang diungkapkan istrinya untuk tuntutan cerai yang diterimanya pagi ini.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Setelah rentetan peristiwa di atas emosi Man Su semakin terpancing ketika sorenya diadakan pesta perpisahan dengan teman kantornya di sebuah restauran. Man Su dipaksa untuk mentraktir semua teman-teman kantornya itu yang bahkan tak tampak sedih sedikitpun atas pemecatan dirinya. Kemarahan Man Su tak terbendung lagi. Diobrak abriknya meja makan restauran itu kemudian pergi sambil mengumpat teman-temannya.

Man Su marah, muak dan benci akan keadaan yang memojokkannya. Kenapa orang sepertinya tidak bisa diterima orang banyak? Padahal dirinya tidak pernah melanggar peraturan, tidak pernah merugikan orang lain dan cukup bertoleransi dengan mereka selama ini. Man Su yang sudah kehilangan kendali emosinya mulai membuat keributan-keributan kecil. Merobek pamflet-pamflet di jalan, menendang tong sampah, menghardik siapapun yang ditemuinya sampai akhirnya membuang air seninya di tembok dekat kantor polisi. Sayang ‘kejahatan’nya yang terakhir ini ketahuan dan Man Su pun diseret oleh petugas ke kantor polisi.


Melampiaskan kemarahan



Bertemu di kantor polisi

Meskipun sudah memohon maaf berulang-ulang, polisi yang bertugas saat itu, yang sepertinya memang sedang bad mood, tidak mengacuhkan Man Su dan tetap memproses berkas ‘kejahatan’nya. Kemudian seorang laki-laki berpakaian ala preman masuk dan membuat pengakuan kalau dirinya telah berbuat keonaran dan minta ditangkap. Laki-laki ini bernama Yang Cheul Gun. Cheul Gun inilah yang lantas memberikan ide pada Man Su untuk kabur dari kantor polisi karena memang sebenarnya tak ada peraturan atau undang-undang yang menyatakan buang air seni di jalan adalah suatu kejahatan.Yang Cheul Gun pun membuat keributan kecil demi membantu Man Su kabur. Apadaya Man Su memang sudah berjodoh dengan kantor polisi itu. Man Su kembali tertangkap dan buruknya malah semakin membuat sang polisi geram sehingga kemudian mencari-cari alasan untuk menjebaknya.

Namun Yang Cheul Gun dan Park Man Su yang senasib ini kemudian mendapatkan cara untuk kabur. Mereka bahkan berhasil mengambil senjata polisi-polisi itu dan juga mencuri mobil patrolinya. Semuanya berjalan begitu saja tanpa terkendali. Man Su yang semakin marah dengan keadaan benar-benar membuat keributan dimana-mana kali ini. Merampok toko swalayan, menembaki lampu lalu lintas, membocorkan ban mobil tukang kredit dan serentetan peristiwa lain sampai puncaknya mereka terlibat pada usaha pembunuhan salah seorang anggota kongres. Terang saja pihak kepolisian menjadi kalang kabut sampai menurunkan semua tenaga kepolisian, melibatkan sniper dan menggunakan helikopter untuk melacak jejak mereka. Cheul Gun si penjahat kacangan dan Man Su si mantan pegawai sipil telah berubah menjadi dua tokoh teroris yang sangat berbahaya di seantero Korea hanya dalam satu malam.


Petugas yang sangat marah pada Man Su



Seluruh aparat kepolisian yang dikerahkan untuk mengejar sepasang teroris, Man Su dan Cheul Gun

Ending cerita yang dapat ditebak melengkapi sisi ironisme film ini. Peraturan dibuat untuk dilanggarkah? Dan kenapa yang paling banyak melanggar peraturan justru mereka-mereka yang terlibat dalam pembuatan peraturan itu? Man Su dan Cheul Gun sangat bertolak belakang pada mulanya namun karena peraturan juga yang kemudian menyatukan garis takdir mereka.Secara jalan cerita dan ide cerita film ini tidak begitu istimewa. Bahkan awal cerita dengan ritme yang terasa lambat sempat mencuatkan kebosanan pada diri saya. Untungnya pada pertengahan cerita menuju anti klimaks sampai kemudian klimaksnya sudah mengalami percepatan sedemikian rupa yang membuat waktu bergulir tanpa terasa.

Dengan genre komedi-aksi, sebenarnya film ini tidaklah kuat sisi komedinya. Meskipun ada beberapa adegan lucu yang menyelip di antara adegan-adegan tense lainnya, tapi sepertinya tidak begitu berhubungan dengan inti cerita. Mungkin tujuannya juga sekedar untuk memperingan cerita agar penontonnya tidak terlalu serius dengan aksi-aksi laga ya ada ya?

Secara penokohan dua orang ini memang bukan anak kemaren sore yang masih mencari-cari pengalaman untuk memupuk bakatnya. Gam Woo Sung yang berhasil menggondol best actor di 43rd Daejang award lewat “King and Clown” terasa menyatu dengan Kim Su Ro. Chemistry mereka sangat kental seolah-olah mereka berdua memang teman dekat dalam kehidupan di belakang layar. Satu lagi yang menarik dari film ini adalah OST nya yang keren! Pemilihan back sound sampai lagu-lagu bertempo cepat ikut memanaskan suasana laga yang ada di film ini. Tiga setengah bintang deh dari saya🙂

Sutradara: Park Jeong Woo
Pemain: Gam Woo Sung (Park Man Su), Kim Su Ro (Yang Cheul Gun)
Release date: 15 Maret 2007

One thought on “Big Bang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s