Metro Ni Notte


Satu lagi film yang diangkat dari sebuah best selling novel, kali ini karangan Asada Jiro dengan judul yang sama “Metro ni Notte”.

Film ini bercerita tentang Hasebe Shinji, seorang salesman di sebuah perusahaan konveksi pakaian wanita, yang kembali ke masa-masa lalunya. Sebelumnya Sinji mendapatkan kabar dari adiknya Konuba Keizo kalau ayahnya sedang sakit keras dan dirawat di rumah sakit. Shinji diminta untuk datang menjenguk sang ayah, namun perang dingin yang selama berpuluh-puluh tahun ini terjadi antara Shinji dan sang ayah membuatnya enggan untuk datang. Sampai ketika akhirnya Shinji memutuskan untuk mengunjungi ayahnya tersebut, tiba-tiba Shinji sudah kembali ke masa lalunya di tahun 1964, di hari kematian abangnya Shoichi yang juga menjadi pangkal permusuhan Shinji dengan sang ayah.

Hari-hari berikutnya Shinji kembali dan kembali lagi ke masa lalu. Namun tidak seperti pengalamannya pertamanya yang kembali ke masa lalu melalui perantaraan sebuah metro subway, kali yang lain Shinji sampai ke masa lalunya hanya melalui perantaraan mimpi atau pernah juga hanya berada dalam stasiun metro yang sama Shinji dapat tiba-tiba berada pada penggalan masa yang berbeda. Di masa lalu ini Shini kerap bertemu dengan sang ayah di masa mudanya. Shinji pun berkenalan bahkan terlibat dalam perang dunia kedua dengan ayahnya. Shinji yang tadinya sangat membenci sang ayah mulai mengerti sedikit demi sedikit kenapa sang ayah dahulu sangat keras dan disiplin dalam mendidik mereka. Shinji juga menemukan alasan kematian sang abang yang memang sangat melukai perasaan keluarga mereka.

Dalam perjalanan Shinji menembus waktu, sesekali Shinji ditemani oleh Michiko, wanita selingkuhannya di kantor (mengingat Shinji sudah berkeluarga dan memiliki seorang putra). Meskipun awalnya keikutsertaan Michiko kembali ke masa lalu ini menjadi agak janggal, namun jawaban kehadiran Michiko dan siapa sebenarnya wanita ini ditemui di akhir cerita.

Secara film ini diangkat dari sebuah novel, jalan ceritanya yang agak lambat dan dramatikal sekali terkadang menumbuhkan rasa bosan. Tadinya saya fikir film ini akan bergerak cepat seperti film-film lintas waktu lain (misalnya Timeline produksi Hollywood).

“Crime and Punishment”, sebuah buku yang sempat disebut-sebut dalam film ini sepertinya menjadi titik sentral pemikiran Asada Jiro. Bahwa setiap kesalahan pasti akan mendapat ganjaran yang setimpal. Siapa yang salah dan siapa yang dihukum dalam film ini menjadi pertanyaan tersendiri. Apakah sang ibu yang juga berselingkuh dari mulanya? Apakah sang ayah yang juga berbuat sama? Semuanya dikembalikan kepada penonton untuk menilai.

Sutradara: Tetsuo Shinohara
Pemain: Shin’ichi Tsutsumi (Hasebe Shinji) , Takahiro Hojo (Konuma Shoichi), Takao Osawa (Sakichi Konuma), Aya Okamoto (Michiko Karube)
Release: 21 October 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s