Whispering Corridor


Film-film misteri, horor ataupun thriller di kancah sinema Korea saat ini mungkin bukan suatu hal yang asing lagi, meskipun perkembangannya tidak sepesat tetangga-tetangganya di genre komedi, romantis ataupun aksi laga. Seperti film yang satu ini, yang secara tak sengaja saya temukan di antara jajaran film-film Korea terbaru. Judulnya Whispering Corridor, yang ternyata produksi tahun 1998.

Whispering Corridor atau Whispering Corridor 1 merupakan seri pertama dari seri-seri Whispering Corridor yang telah diproduksi sebanyak empat film. Tidak seperti Ju-On yang merupakan satu kesatuan trilogi, Whispering Corridor adalah cerita yang terpisah dan tidak berkaitan antara satu seri ke seri yang lain. Jadi tidak harus ditelusuri dari yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Persamaan mereka terletak pada latar belakang kisah-kisah mistik, misteri maupun horor yang diangkat sama-sama terjadi di sekolah menengah khusus perempuan.

Pada seri yang pertama ini, Whispering Corridor bercerita tentang pembunuhan-pembunuhan misterius yang terjadi di sekolah Jookran, sebuah sekolah menengah khusus perempuan yang sangat ketat dan disiplin dalam mendidik para siswanya. Pembunuhan yang pertama memakan korban wali kelas 3-3 yang ditemukan gantung diri di atas gedung sekolah. Awalnya kematian wali kelas yang digelari ‘serigala tua’ ini ingin disembunyikan oleh pihak manajemen sekolah, tapi karena beberapa siswa secara tak sengaja telah menyaksikan mayatnya yang bergelantungan dengan tubuh bersimbah darah, gossip tentang hantu gentayanganpun mulai merebak di sekolah tersebut.

Ji Oh dan Jae Yi merupakan dua orang sahabat dekat yang menyaksikan sendiri mayat wali kelas mereka. Ji Oh dan Jae Yi yang sama-sama menyukai dunia lukis terbawa arus misteri pembunuhan ini karena Ji Oh dapat melukiskan wajah si ‘serigala tua’ saat dia digantung. Meskipun Ji Oh memang memiliki bakat memanggil arwah, tapi tak ada yang mempercayai kata-katanya dan menganggap Ji Oh hanya ingin meneror sekolah. Yang paling benci dengan lukisan Ji Oh ini adalah wali kelas mereka yang baru. Namun tak lama berselang, sang wali kelas yang dijuluki “anjing gila” oleh anak muridnya ini pun ditemukan tewas dengan tubuh bersimbah darah dan luka tusuk dimana-mana.

Keadaan sekolah semakin mencekam. Eun Young, seorang guru yang tadinya juga pernah bersekolah di situ merasakan ada sesuatu yang tak beres. Eun Young merasakan kehadiran Jun Ji, temannya sekelas yang telah meninggal di sekolah itu karena sebuah kecelakaan. Teror pun berlanjut dengan terbunuhnya Jung Sook, seorang siswa yang sangat pendiam dan nyaris tak memiliki teman di dalam kelas. Siapakah pelaku pembunuhan-pembunuhan di sekolah itu sebenarnya? Apakah arwah Jun Ji benar-benar muncul kembali di sekolah atau ada pihak tertentu yang sengaja ingin merusak kedamaian di sekolah? Di akhir film akan diperlihatkan ‘big picture’ dari cerita ini.

Secara film ini produksi tahun 1998, saya mendapat kesan yang positif mengenai ide cerita, plot dan bagaimana skenario film ini sendiri. Meskipun muskil, sederhana, agak membosankan juga di pertengahan cerita, film ini berhasil memancing emosi dan keingintahuan saya akan siapa pelaku pembunuhan itu sebenarnya. Berbagai kemungkinan dapat muncul pada pembunuhan yang kedua. Tapi jangan coba-coba menebak siapa pembunuh yang sebenarnya, karena kalau anda tidak teliti dan jeli mengamati jalan cerita, dengan petunjuk yang sangat sedikit, anda juga (seperti saya) tak akan dapat menjawab dengan benar siapakah dalang di balik rentetan peristiwa pembunuhan di sekolah itu.

Meskipun dengan warna dan sudut kamera yang minimal, sound affect sederhana, untuk film keluaran tahun 1998 saya rasa film ini sudah cukup memuaskan dan sukses pada masanya. Karena itu, saya bubuhkan 3 bintang untuk film ini.

Sutradara: Park Gi Hyeong
Pemain: Kim Gyu Ri, Yun Ji Hye, Lee Mi Yeon
Release: 30 Mei 1998

4 thoughts on “Whispering Corridor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s