The Restless


Kalau anda salah satu penggemar film yang dapat membuai fantasi dan imajinasi anda jauh ke awang-awang, coba intip film yang satu ini. The restless akan bercerita tentang pertarungan antara pasukan baik dan buruk, pasukan hitam melawan putih, dalam memperebutkan batu suci yang dapat membuka gerbang kematian kepada kehidupan semula. Menarik? Simak dulu yang berikut ini.

Alkisah di sebuah negeri antah berantah pada masa dinasti Shilla, kekacauan dan keributan terjadi di mana-mana akibat pemerintah yang korup dan semena-mena terhadap rakyat. Tersebutlah sekelompok pendekar yang menamakan dirinya Chuyongdae, dipimpin oleh seorang Ban-chu, dan memiliki misi utama untuk memberantas dan menegakkan keadilan di bumi Shilla tersebut.

Yi Gwak adalah salah seorang Chuyongdae yang sangat berbakat. Meskipun Yi Gwak merupakan anggota terakhir yang direkrut Ban-chu, namun karena kemampuannya yang berkembang dengan pesat, Yi Gwak telah menjadi orang kedua dalam Chuyongdae setelah Ban-chu. Yi Gwak ini juga memiliki keahlian khusus berupa kemampuan untuk melihat makhluk-makhluk halus dan monster jahat yang sering mengganggu ketenangan rakyat.

Suatu ketika Ban-chu yang memiliki dendam pribadi terhadap gubernur saat itu, ingin memperalat seluruh anggota Chuyongdae untuk memberontak dan memusnahkan sang gubernur. Yi Gwak yang tidak menyetujui rencana ini mencoba mencegah dan menghalangi teman-temannya, namun tekat Ban-chu yang kuat dan keloyalan para anggota Chuyongdae membuat mereka tetap melakukan penyerangan tersebut yang berakhir dengan kekalahan dan kematian seluruh anggota Chuyongdae. Yi Gwak lah satu-satunya Chuyongdae yang tersisa sehingga menjadikan dirinya sebagai buronan pihak penguasa. Yi Gwak berkelana dari satu tempat ke tempat lain dan dalam kesendiriannya itu Yi Gwak tetap melaksanakan perannya sebagai seorang Chuyongdae.

Suatu hari, perjalanan Yi Gwak terhenti di sebuah desa yang sedang diserang oleh segerombolan monster ganas. Yi Gwak pun membantu mengusir monster tersebut. Alih-alih mendapatkan ucapan terimakasih dan diterima dengan tangan terbuka oleh penduduk desa, Yi Gwak malah diracuni dan diberi obat tidur yang dapat melumpuhkannya. Para penduduk desa itu ternyata tahu kalau Yi Gwak adalah Chuyongdae yang sedang diburu pihak penguasa selama ini dan mereka bermaksud menyerahkan Yi Gwak demi mendapatkan imbalan harta yang dijanjikan. Yi Gwak yang mulai melemah mencoba melawan dan berhasil melarikan diri ke dalam hutan. Yi Gwak menemukan sebuah kuil kecil dan kemudian jatuh tak sadarkan diri.

Entah berapa lama dirinya pingsan, ketika terbangun Yi Gwak mendapati dirinya berada pada suatu tempat yang asing. Tempat dengan sejuta kuil megah dengan orang-orang hilir mudik di sekitarnya. Orang-orang ini mengenakan pakaian yang sama dan tidak melakukan aktivitas apapun selain berjalan dari satu arah ke arah yang lain. Seorang bapak tua yang mengamati kebingungan Yi Gwak pun memberitahukan padanya bahwa tempat itu adalah surga perantara antara kehidupan dan kematian, dimana orang-orang yang telah meninggal arwahnya akan tertahan di sana selama 49 hari sebelum direinkarnasi. Yi Gwak tentu saja tidak dapat mempercayai hal ini. Sampai Yi Gwak tiba-tiba melihat Yon Hwa, kekasihnya yang telah lama meninggal, muncul di depannya dengan dikawal oleh beberapa satria berkuda putih. Semua orang yang ada di situpun menunduk dan tampak sangat menghormati Yon Hwa. Keterkejutan Yi Kwak pun semakin menjadi karena Yon Hwa tidak lagi mengenalinya..

Ketika tiba-tiba muncul serangan dari pihak kerajaan hitam, keterkejutan Yi Kwak kembali berlipat ganda demi melihat teman-teman Chuyongdae nya muncul di hadapan mata. Teman-temannya ini menyerang dan membunuh semua orang yang ada di situ termasuk pengawal-pengawal Yon Hwa. Salah seorang di antara mereka yang memiliki lima pedang kembar malah mengejar Yon Hwa seakan ingin menghabisinya. Yi Gwak demi melihat kekasihnya diserang langsung bereaksi dan menyelamatkannya. Sejak itu Yi Gwak selalu mengikuti dan melindungi Yon Hwa dari kejaran tentara-tentara kerajaan hitam.


Yi Gwak, the hero!



Pemandangan (CGI) yang memukau

Kerajaan hitam yang mengacau ketentraman surga perantara ternyata dipimpin oleh Ban-chu. Ban-chu yang berambisi untuk menguasai surga dan dunia mengincar batu suci yang dititipkan oleh penjaga gerbang surga perantara kepada Yon Hwa yang telah berganti nama menjadi dewi So Hwa di surga perantara itu. Konon kabarnya batu suci tersebut dapat memberikan kekuatan maha dahsyat kepada si empunya yang dapat menguasainya. Batu suci itu juga merupakan kunci pembuka dan penghubung gerbang kematian kepada kehidupan semula.

Dewi So Hwa yang mulanya tak mengenali manusia misterius itu, entah kenapa perlahan-lahan mulai mengkhawatirkannya. So Hwa bahkan sempat meneteskan air mata ketika Yi Gwak terluka. Tak hanya itu So Hwa juga menyalurkan hawa murni yang dapat menghidupkan Yi Gwak kembali ketika tubuhnya ditembus pedang salah seorang tentara kerajaan hitam. Kisah cinta Yi Gwak dan Yon Hwa yang terputus oleh kematian dan penderitaan di dunia ternyata menjadi misteri tersendiri di dunia surga perantara tersebut. Pertarungan So Hwa dengan kerajaan hitam yang selalu didampingi oleh Yo Gwak kelak akan menentukan nasib surga perantara dan nasib penduduk surga dan dunia. Bagaimanakah akhir dari pertempuran tersebut? Siapakah yang akhirnya dapat menguasai batu suci itu? Apakah Yi Gwak dapat kembali bersama Yon Hwa kekasihnya? Dan bagaimana nasib surga perantara yang ingin dimusnahkan oleh Ban-chu? Semuanya akan terjawab di akhir petualangan The Restless ini.

Tak heran jika Blitz menayangkan film ini di layar mewahnya. Secara kemasannya yang memang theatrical dengan gema sound affect dan padu padan 3D visual affect yang memenuhi ratusan adegan memang sekilas menjanjikan sisi “wow” pada film ini. Namun semakin ditelusuri semakin dangkal pula kesan yang saya tangkap terutama untuk isi, jalan cerita, serta penuturan plotnya. The Restless secara keseluruhan tak lebih dari pertempuran dua tokoh, si jahat dan si baik, untuk memperebutkan pusaka digjaya yang dapat membantu pemenangnya menguasai surga dan dunia. Apa yang akan terjadi pada surga ataupun dunia yang kelak dikuasai oleh pihak jahat tidak digembarkan secara jelas. Hanya gumpalan awan-awan hitam yang menggulung di angkasa, yang menggambarkan kemelut surga perantara ketika berada di ambang kehancuran oleh kerajaan hitam. Begitu banyak kejanggalan yang membuat lobang-lobang kelemahan film ini. Bukan karena sisi fantasi dan fiksinya yang sama sekali tak masuk akal, tapi kepatuhan penulis skenario terhadap jalan cerita dan bagaimana kelak plotnya dibawakanpun menjadi pertanyaan besar bagi saya. Contohnya ketika digambarkan kemampuan Yi Gwak dalam melihat makluk halus dan monster yang ternyata penduduk biasapun dapat melihat monster-monster perusuh ini ketika menyerang desa. Lantas kenapa kemampuan itu dikatakan suatu kelebihan untuk sang petarung kita? Untuk sosok Yon Hwa yang arwahnya dimurnikan menjadi dewi So Hwa juga sangat tidak konsisten dengan gambaran para penjaga gerbang surga pertengahan itu. Untuk seorang dewi yang diberikan tanggung jawab sedemikian besar, So Hwa bahkan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri ketika dikejar-kejar oleh tentara-tentara kerajaan hitam. Berulang kali So Hwa terperangkap dan nyaris tewas di tangan musuh jika saja Yi Gwak tak segera datang menolongnya. Sosok dewi yang digambarkan di sini pada suatu waktu sangat hopeless sementara pada waktu yang lain So Hwa dapat membangkitkan tenaganya dan merubah seonggok kelopak-kelopak mawar menjadi senjata tajam yang mematikan. Lebih aneh lagi ketika di akhir cerita, So Hwa yang sangat tak berdaya tiba-tiba dapat menyalurkan segala kekuatannya kepada Yi Gwak yang sedang bertempur melawan Ban-chu? Kenapa tidak So Hwa sendiri saja yang melawan Ban-chu ya?

Tak dapat dipungkiri memang wajah tampan Jung Woo Seung dan paras jelita Kim Tae Hee menjadi komoditi jual film ini. Suguhan-suguhan CGI affect yang saya utarakan di atas juga memperkuat daya tariknya meski basic ceritanya sendiri tidak sekuat dan sebagus gambaran thrillernya.

Sutradara: Jo Dong Ho
Pemain: Jung Woo Seung (Yi Gwak), Kim Tae Hee (So Hwa), Jun Ho Hyeo (Ban-chu)
Release: 20 Desember 2006

4 thoughts on “The Restless

  1. setau gue kalau drama sih si ganteng yg satu ini belum pernah terlibat, kalau film yang lumayan banyak, coba lihat doi di Musa (2001), A moment to remember (2004), dan Daisy (2006), dua film yg trakhir ini genrenya melodramatic so.. siap2 tissue yg banyak sebelum nontonšŸ˜€

  2. mau nanya dong.. ada yang punya link OST The Restless ga??
    duh aku pengen banget.. udah aku download dari megaupload..
    lah malah ternyata encrypted file.. huks2 padahal udah cape2 ngedownloadšŸ˜¦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s