I'm a Cyborg but That's Okay


Film ini sudah cukup lama menganggur dalam rak koleksi saya. Mengingat adanya preasumsi kalau ceritanya bakal seputar cyborg, makhluk luar angkasa, alien ataupun sejenisnya yang jatuh cinta dengan manusia bumi. Tadinya saya duga Rain lah yang akan berperan sebagai cyborg ini. Wrong! I was 100% wrong from the beginning.

Film ini jauh dari nuansa alien-alien tadi. Film ini justru film manusia bumi ‘biasa’ dengan segala keterbatasannya namun memiliki cakupan kedalaman alam fikir yang sangat susah dijangkau. Film bertemakan psikologi, emosi dan sosial yang dirangkum dengan apik yang membuat saya terpana-pana ketika selesai menontonnya. Keren!

Bercerita tentang Cha Young Goon, seorang gadis yang sejak kecil sudah menderita kelainan jiwa secara nenek dan ibunya pun punya kelainan sama. Berbeda dengan neneknya yang menganggap dirinya dan anaknya (ibu Young Goon) adalah sejatinya seekor tikus, Young Goon sangat yakin kalau sejatinya dirinya adalah sebuah cyborg yang memiliki dan tergantung pada kekuatan listrik. Young Goon hampir tidak pernah makan nasi atau makan-makanan manusia pada kebanyakan, Young Goon hanya membutuhkan sebuah antena, rechargable battery dan beberapa kabel untuk dapat beroperasi dengan sempurna. Dan ‘waham’ Young Goon ini pun semakin menjadi-jadi ketika sang nenek diasingkan ke sanatorium kemudian ditemukan meninggal dunia.

Young Goon pun dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Dimana para pesakitan kelainan jiwa lainnya berkumpul dan masing-masing mereka memiliki kompleksitas masalah sendiri. Ada yang paranoid, ada yang skizoid, ada yang depresif, ada yang manik, ada yang gangguan afek serta mood saja, ada yang antisosial dan selalu berbuat kerusuhan. Park Ill Soon (diperankan oleh Rain) merupakan salah seorang di antaranya. Ill Soon yang diterlantarkan orang tuanya sedari kecil, tumbuh menjadi anak berandalan, anti sosial, sangat pintar mencuri namun cenderung suka membuat kerusakan. Ill Soon, bisa dibilang salah satu yang ‘cukup’ waras di antara para pesakitan di sana. Ill Soon yang terkenal sebagai ‘si pencuri’ di antara mereka, sering dimintai tolong untuk mencuri beberapa hal yang dianggap mengganggu oleh para pesakitan. Ada yang minta Ill Soon mencuri ‘kekhawatiran’ dari dirinya, ada yang minta dicurikan ‘hari Selasa’ dari dirinya, dan ada yang minta dicurikan ‘kecantikan’ dari pesakit yang lain untuk dipindahkan kepada dirinya yang merasa kurang cantik.

Ill Soon, suatu hari diminta oleh Young Goon untuk mencuri ‘simpati’ dari dirinya. Young Goon merasa sangat tersiksa dengan rasa simpati yang sedemikian besar yang mengendap dalam dirinya. Young Goon merasa dengan rasa simpati itu dia tak bisa melawan dan berbuat banyak ketika neneknya dibawa ke sanatorium. Young Goon tidak ingin memiliki simpati itu lagi. Ill Soon pun membantunya. Namun setelah simpati itu dicuri Ill Soon, Young Goon berubah menjadi hiperaktif yang cenderung merusak apa saja disekitarnya. Young Goon pun kehabisan tenaga (secara cewek ini memang gak pernah makan) dan jatuh pingsan. Young Goon diasingkan dikamar stabilisator, dipasang selang infus dan diberi makan melalui bantuan pipa hidung. Young Goon menolak mentah-mentah karena menurutnya makanan seperti itu akan merusak sistem mesinnya sebagai cyborg. Young Goon pun semakin lemah tak berdaya.

Ill Soon, yang sudah mulai dekat dengan gadis cyborg ini lah yang menjadi kunci pembuka jiwa Young Goon. Ill Soon menemukan sebuah cara yang dapat mengembalikan ‘mesin’ Young Goon, mereparasinya sehingga mesin Young Goon dapat menerima keberadaan nasi serta makanan-makanan manusia lain pada kebanyakan. Sungguh indah rangkaian film ini.. touching dan maknanya dalam banget.

Tak heran jika “I’m a Cyborg but That’s Okay” mendapat pengakuan dalam berbagai festival film. Mendapatkan penghargaan Alfred Bauer Award pada Festival Film Internasional ke 57 di Berlin dan penghargaan di 43rd Baeksang Award 2007 di Korea sendiri merupakan buah jerih payah para pemain dan segenap kru yang terlibat. Bagi Rain sendiri, secara ini adalah film layar lebarnya yang pertama, eksistensi Rain dalam bidang acting dan sebagai entertainer sejati pun sudah tak diragukan lagi.

Mungkin bagi beberapa pemirsa yang kurang paham terhadap masalah dan kelainan psikologi (kelainan jiwa) film ini akan terasa berat dan membosankan pada awalnya. Tapi jika anda dapat bersabar dan menyimak secara detail apa-apa yang diterangkan oleh sang dokter jiwa di sini, sebenarnya keterangannya cukup membantu untuk mengantarkan anda pada beberapa istilah serta kelainan jiwa yang dimaksud di sini. Yang cukup membuat saya salut dan berbesar hati adalah bagaimana si dokter jiwa menangani pasien-pasiennya dengan merentas jarak dokter-pasien dan menjadikannya sebagai hubungan antara seorang teman dengan temannya. Saya melihat sang dokter yang menghadapi berbagai masalah kelainan jiwa pasiennya cukup bersabar meskipun sering sekali terjadi keributan karena hal-hal yang sepele. Hal ini justru, bagi sisi film ini sendiri, menjadikan nilai plus yang membuat saya semakin kagum. Baik sang dokter maupun pasien-pasiennya memerankan tokohnya dengan baik sekali. Film ini bukan film biasa, bukan film yang mudah baik dari proses pembuatannya (karena mencoba menyelami jiwa, lautan yang paling dalam di dunia) sampai ke bagaimana pesan itu sendiri ingin disampaikan.

Soal ending, meskipun agak aneh, tapi saya rasa tidak banyak kaitannya dengan inti cerita itu sendiri. Bagaimanakah nasih Young Goon – Ill Soon kemudian? Hanya sutradara yang tahu pasti🙂 Lima bintang juga untuk film ini!

Sutradara: Park Chan Wook
Pemain: Young Goon (Su Jeong Lim), Ill Soon (Rain), Young Nyeo Lee (ibu Young Goon)
Release: 7 Desember 2006

12 thoughts on “I'm a Cyborg but That's Okay

  1. oh film ini bagus ya? udh lama beli sih,tp yaa sm,cm nganggur di lemari dvd.. yaudh deh klo gt,ku tonton dl.. mkasi ya buat resensi filmnya… cx

  2. ayohh.. film apa ni.. sama, qkira film lucu2an ttg cyborg gtu.. tnyata film ttg org gila.. rugii bgt ntn film ni,buang2 waktu ajah..:’C

  3. menonton film ini sangat bagus sekali,jika ada orang salah menilai jika film ini jelek,berarti otaknya lebih jelek dari binatang ya..,gak bisa mikir apa yang dapat di serap dalam film ini,cuma menilai dari segi rame dan bagusnya film ini

  4. masing2 orang bisa punya interpretasi berbeda, tergantung pada basic knowledge dan daya serapnya terhadap suatu tontonan. for me myself, this one is awesome coz i understand the main frame🙂

  5. cuma mo bilang aja to jeung reiki bagus nggaknya suatu film itu tergantung persepsi yang nonton
    kita nggak bisa maksa orang untuk menyukai sesuatu yang kita suka selain itu kata2 jeung kayaknya kasar banget dech
    sorry yach kalo tersinggung
    disini kan tempat kita berbagi cerita aja bukan untuk menghujat🙂

  6. Duhhh…apa yg dipikiran Rain ya saat nerima skrip pilem ini,pilem ny nggak buuaangatt…mnurut gw ga da pesan ditinggal di pilem ini. tuk Rain Truss…SMANGAT…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s