April Snow


Merasa kesepian dan dikhianati oleh pasangan masing-masing, In Soo dan Seo Yeong pun terjerumus pada scandal yang sama. Pertemuan yang bermula di sebuah rumah sakit kota kecil ketika menjenguk istri dan suami mereka yang mengalami kecelakaan parah tanpa sengaja berlanjut ke pertemuan-pertemuan berikutnya. Kebutuhan untuk berbagi beban dan melepaskan rasa sakit hati mereka tak pelak menumbuhkan rasa ketertarikan yang membuat keduanya sama-sama menerjunkan diri dalam asmara sesaat.

Hari berganti bulan, ketika istri In Soo tersadar dari koma dan mulai proses penyembuhan, keadaan suami Seo Yeong malah memburuk. Kesetiaan Seo young lah yang dipertanyakan pada saat-saat seperti ini. Sementara In Soo yang masih menggenggam Seo Young di hatinya, tetap bertahan merawat istrinya. Bagaimana akhir kisah cinta mereka? Apakah In Soo akan berdiri di sisi Seo Young atau tetap di sisi sang istri?


Seo Young, istri yang dikhianati



In Soo, suami yang dikecewakan

Film satu ini agak berbeda dari film drama kebanyakan. Meski jalan ceritanya biasa, intrik perselingkuhan dan skandal antara tokohnya pun biasa, tapi film ini lebih terkesan sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan aristik dari film itu sendiri ketimbang untuk memuaskan penonton secara nilai hiburannya. Misalnya pada beberapa adegan ranjang yang menampilkan In Soo sedang bercumbu dengan Seo Young. Adegan sensual antara mereka berdua tanpa sedikitpun berkesan vulgar berhasil mencuatkan keindahan cinta antara dua anak manusia yang sama-sama sedang memendam benci sekaligus kerinduan akan kasih sayang pasangannya. Meski tak saya pungkiri untuk mempertegas kesan artistik ini minimnya dialog, minimnya musik latar bahkan [ernah suatu adegan tanpa suara sama sekali membuat saya sedikit merasa bosan.


Berawal dari pertemuan tak sengaja



Berlanjut dengan kisah cinta..

Kalau soal acting rasanya pada film ini sendiri acting Bae Yong Joon sang master winter sonata tidak banyak keluar emosinya, hanya ada satu-dua adegan menangis yang saya catat dilakoni Yong-sama di sini, itupun tidak berhasil memberi kesan khusus pada saya. Soal chemistrynya dengan Son Ye Jin yang memang agak jarang saya lihat penampilannya di beberapa film yang pernah saya tonton, Ye Jin cukup berhasil menghidupkan karakter istri malang yang kesepian ini meski memang secara teknis tak banyak tuntutan kemampuan acting yang harus dia keluarkan untuk menjadi Seo Young. So.. bagi saya film ini cukup layak untuk 3 bintang.

Sutradara: Heo Jin ho
Pemain: Bae Yong Joon (In soo), Son Ye jin (Seo young), Im Sang hyo (Kang Soo jin), Kim Kwang il (Kwang il), Jeon Kuk hwan (Soo jin), Yoo Seung mok (dokter)
Release: 8 September 2005

18 thoughts on “April Snow

  1. Jauh dari apa yang aku bayangin
    aku pikir ini drama romantis gitu tapi ternyata ceritanya bosenin banget
    nggak greget sama sekali

  2. aku baru nonton, kenapa ya klo aku suka banget ama film ini..menurut aku walaupun minim dialog tapi bahasa tubuh mereka udah menjelaskan semua.chemistry keduanya kuat banget.salah satu korea movie fav gw

  3. aku bingung ma film ini, dibilang menyentuh, ya cukuplah…tapi agak ngbosenin juga seh…duh mana disuruh bikin puisi tentang film ini lagi…

  4. Klo gw, jujur aja nyesel bgt nntn film ni..jauh bgt dr yg gw byngin..Gw mlh lbh suka nntn Lover’s concerto deh drpd ni film..

  5. Dalam melihat sebuah karya seni, dimensi relatif memang ikut ambil peran. Tapi khusus buat April Snow, kendati memang sedikit lamban, bangunan narasi sudah mewujud sesuai dengan tema yan diusung, yaitu rasa percaya yang dikhianati tanpa adanya denyar-denyar isyarat sebelumnya. Film ini sangat reflektif dan mampu menjadi semacam cermin ihwal munculnya gaya berselingkuh yang dewasa ini kian merebak.

  6. > Tatz, sori kalau pilihan kata dan kalimat saya rada berat. Saya cuma pingin memberi pilihan bahasa aja kok: apa untuk dunia maya seperti ini kita harus selalu berbahasa gaul? Film Korea lain yang bagus dan “mencerahkan” adalah Marathon. Film yang sangat manusiawi dan memecahkan masalah (soal autisme) secara logis.

  7. Wah, marathon ya? lumayan lama juga yak filmnya, *abis googling*, jadi penasaran, tapi kira2 masih ada gak ya di lapak2?….thanks buat rekomendasinya anyway..
    soal pilihan bahasa, saya sih pilih bahasa sehari-hari aja, supaya lebih akrab kesannya, toh kita juga lagi ga’ ada di acara formal, hehehe…

  8. setau gue film ini memang sengaja untuk kepuasan artisitik sang sutradara, makanya dia ga segan2 milih bae yong jeun sebagai pemeran utama, tapi memang bagi peminat serial atau film acition, komedy danentertaining film ini emang cukup’ butuh kedsabaran’ untuk menyekesaikannya.

    gue sendiri menangkap film ini diambil dari true stiry (mirip kisah2 nyata yang ada di masyarakat kita), sengaja ga ketemu trus sengaja kebingungan sengaja kesepian dan akhirnya adalah ‘teman’ yang seide, senasib dan sepenanggungan, jadilah produksi APRIL SNOW bergenre romance-perselingkuhan yang cukup mendebarkan secara pengambilan shoot-demi shoot adegan2 perlunya (termasuk waktu BYJ ‘melancarkan flirting dan kemudian seterusnya sampai masuk kamar hotel perempuan itu”

    Film ini film lama tapi kadang2 masih ada di lapak, gue sendiri punya versi divxnya.

  9. Film Marathon sering saya putar di JIKS sebagai salah satu bahan ajar untuk pemahaman soal autisme. Banyak murid yang kemudian punya kepekaan sosial lebih baik setelah menonton film itu. Kayaknya di lapak-lapak udah gak ada; kebetulan saya punya yang asli (waktu itu saya belinya di Insa-dong; kalau tidak salah).

    Belum lama ini saya membaca selintas di koran, kalau film Korea yang lebih saya kenal berjudul “Il Mare” dibuat-ulang di Hollywood. Benarkah? Buat saya, film ini agak membosankan.

    @ekoq, benarkah Anda diminta bikin puisi berdasarkan film April Snow? Untuk apa? Untuk kuliah penulisan kreatif? Cuma pingin tau aja, hehehe

    • @lee Ben, wah ternyata anda guru ya, di Jakarta International Korean School, thanks sudah mampir ke situs kami yang di buat cuma berdasarkan hobi dan kecintaan sama sinema korea ^^v

      Yup, Ilmare sudah di buat versi Hollywood judulnya The Lake House, (Castnya: Sandra Bullock dan Keanu Revees) sama seperti Sassy Girl dan Old Boy yang jg di buat remakenya sama Hollywood. Secara pribadi, saya suka ide cerita Ilmare, mungkin karena kita beda gender yak, hehehe. Tapi versi Hollywood endingnya di buat berbeda dengan versi original.

  10. Ya, kadang-kadang guru, kadang-kadang pembantu; apa ajalah. Sama-sama, saya lagi suka aja mendalami “badai Korea” maupun budayanya. Pengetahuan film Anda lumayan luas. Bravo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s