The Legend (Tai Wang Sa Shin Gi)


Setelah empat hari berturut-turut ngebut menamatkan serial ini, sebenarnya saya sangat puas akan semua bagian kemasannya, kecuali endingnya. Sebagai film kolosal dengan budget sangat tinggi, Tae wang sa shin gi (The Legend) memang dibuat dengan optimalitas para sineas yang saya acungkan jempol. Kalau tidak, tentu saja serial ini gak akan bisa membuat saya ngotot nonton nonstop 6 episode perhari🙂



Bercerita tentang Hwan woong, seorang dewa yang diturunkan ke bumi untuk membebaskan anak manusia dari perang dan penderitaan yang berkepanjangan karenanya. Hwan woong diberkati dengan tiga penjaga langit yaitu Baek Ho (harimau putih), Hyun Moe (kura-kura), dan Chung Ryong (naga biru). Meskipun misinya di bumi telah berhasil, namun bangsa harimau yang memuja api masih terus melakukan penyerangan dan membunuh bangsa lain yang tidak mengakui kekuasaan mereka. Bangsa beruang adalah yang paling sering terlibat dengan bangsa harimau ini. Sae yeoh, pemimpin bangsa beruang merupakan wanita yang lembut hatinya dan sering meneteskan air mata setiap kali melihat penderitaan rakyatnya. Hwan woong yang menyaksikan ini diam-diam mulai jatuh hati padanya. Dengan mengabaikan perbedaan antara dewa dan manusia, Hwan woong pun menikahi Seo yeoh.

Sementara itu, Kajin, seorang wanita perwakilan dewi api dari bangsa harimau yang telah beberapa kali dikalahkan oleh Hwan woong juga telah menaruh hati pada sang dewa. Dengan mengkhianati bangsanya dan ingin bertaubat, Kajin bermaksud menemui Hwan woong dan ingin selamanya hidup di sisinya. Tapi takdir yang disuratkan oleh langit berkata lain. Kajin malah melihat dengan mata kepalanya sendiri kemesraan Hwan woong dan Sae jeoh yang menjadikannya sangat marah dan ingin menuntut dendam. Terlebih kekuatan dewi api yang telah dititiskan kepadanya telah dikunci oleh Hwan woong di dalam hati Joo Jak (phoenix). Kajin pun menunggu saat yang tepat dan kemudian melancarkan serangan terhadap bangsan harimau.


Hwan woong, putera dewa yang turun ke bumi



Pertarungan Hwan woong dan Kajin


Pada saat penyerangan inilah anak Hwan woong dan Sae jeoh dilahirkan. Kajin mencuri bayi tersebut dan mengancam akan membunuhnya apabila Hwan woong tidak datang kepadanya dan menyerahkan dirinya. Namun naluri ibu Seo jeoh lebih kental daripada kesakitan dan kesulitan yang dialaminya. Seo jeoh mengejar Kajin dan ketika Kajin mengancam dengan melemparkan bayi tersebut ke dalam jurang, Seo yeoh yang menyimpan hati Joo jak sebagai pemberian Hwan woong padanya tanpa terkontrol lagi berubah menjadi burung phoenix yang sangat marah.

Ketika Hwan woong datang sang phoenix telah membakar hampir separuh bagian bumi. Hwan woong mengutus ketiga penjaga langit untuk mengalahkan phoenix. Namun kemarahan phoenix yang murka tak dapat ditaklukkan dengan mudah. Hwan woong sendiri yang akhirnya harus membunuh phoenix untuk penyudahi kehancuran bumi.

Setelah kejadian itu, keempat penjaga langit dibekukan Hwan woong menjadi empat benda keramat. Hwan woong berjanji bahwa keempat benda tersebut suatu hari akan terbangun apabila raja Jooshin yang merupakan keturunanya dilahirkan kembali ke bumi. Hwan woong pun kembali ke langit karena menganggap dirinya telah gagal.


Joo jak



Chon ryeong



Baek hoo



Hyon moe


Dua ribu tahun kemudian bintang Jooshin bersinar dengan sangat terang. Di setiap penjuru bumi yang mengetahui bintang tersebut adalah pertanda kelahiran raja Jooshin bertanya-tanya siapa dan darimana bayi tersebut akan berasal. Sementara itu keturunan bangsa harimau pemuja api yang dikenal dengan bangsa Hwan chool mulai mencari tanda-tanda kebangkitan empat penjaga langit yang dimaksud. Mereka mempercayai bahwa dengan menguasai keempat benda langit tersebut maka mereka dapat menguasai dunia seperti dahulu nenek moyang mereka berhasil menguasai dunia. Bangsa Geol Moo yang merupakan keturunan bangsa Hyeon (bangsa yang berhasil dibentuk Hwan woong ketika di bumi) juga berusaha mencari keempat benda langit tersebut dan bayi yang lahir di bawah bintang Jooshin.

Kerusuhan tak terelakkan terjadi. Di kala bintang Jooshin bersinar dengan sangat terang dan keempat benda langit tersebut terbangun, lahirlah seorang bayi di tengah hutan belantara. Sementara itu di kala bintang Jooshin meredup, seorang bayi yang merupakan anak Yeon Garyo (saudara raja Goguryeo) juga dilahirkan.

Beberapa tahun kemudian, ketika raja Goguryeo akan mangkat, sang raja memanggil kembali saudara kandungnya yang telah diasingkan di luar istana. Betapa terkejutnya seluruh kabinet dan para bangsawan istana ketika sang raja mengangkat adiknya ini menjadi raja, padahal Yeon Garyo juga memiliki hak yang sama sebagai saudara raja. Sang raja sebelum menghembuskan nafas terakhirnya juga berpesan kepada Damdeok, putra adiknya tersebut, untuk dapat menyatukan kembali negeri ini dan menjadi raja Jooshin.

Karena titah raja adalah kehendak langit, ayah Damdeok pun tetap dinobatkan sebagai raja. Meski banyak pihak yang tak setuju bahkan kekuatan terbesar dalam istana berusaha meracuninya, kebijaksanaan Dam deok dan dukungan para pengawal raja berhasil membekuk pelaku tersebut. Namun ternyata makar dalam istana belum berakhir malah baru akan dimulakan.

Di sisi lain, bangsa Hwan chool yang pada saat kelahiran raja Jooshin berhasil mendapatkan hati Joo jak, berhasil memasukkan Kiha, walinya ke dalam istana untuk dididik sebagai tang sheng (pendeta istana) agar selalu dekat dengan raja Joo shin. Pada saat itu rumor yang beredar mengatakan bahwa Ho Gae, putra dari Yon Garyo lah keturunan raja Joo shin yang kelak akan menyatukan negeri-negeri di bawah Goguryo.

Ki Ha selama pendidikannya di dalam kuil istana, sejak beberapa kali bertemu tak sengaja dengan Damdeok, bahkan membantunya menyembuhkan sang raja dari racun, menjalin persahabatan dengan putra mahkota tersebut. Sementara itu Ho Gae pula telah jatuh hati pada Ki Ha sejak pertama bertemu dengan gadis manis tersebut. Garis nasib Damdeok, Ki Ha dan Ho Gae berikutnya menjadi sangat rumit. Ketika Ki Ha, gadis yang paling dipercayai Damdeok harus berbalik mengkhianatinya dengan Ho Gae yang dipenuhi hasrat dendam membara ikut menyerang Damdeok secara frontal, Damdeok pun sempat menjadi burunon kerajaan bahkan para pengawal peribadi yang diutus ayahnya sempat memintanya untuk bunuh diri demi kesejahteraan rakyat Goguryo. Dalam keadaan-keadaan sulit inilah Damdeok selalu ditemani oleh Sujini, seorang murid Geol Moo yang sejatinya adalah titisan Seo jeoh.

Dengan kebijaksanaan, kecerdikan, dan kemurahan hatinya, Damdeok berhasil kembali ke dalam istana dan menjadi raja Goguryeo. Tentu saja usaha Yon Garyo tidak berhenti begitu saja. Kebangkitan dua benda langit ketika Damdeok berada dalam bahaya dan dalam kemarahan yang teramat sangat tidak cukup menjadi bukti baginya bahwa Damdeok lah keturunan raja Jooshin yang dimaksud. Dengan bekerja sama dengan pendeta Hwan chool, Yon Garyo yang berambisi menjadikan anaknya Ho Gae sebagai raja Goguryeo pun melakukan segala kelicikan bahkan terang-terangan mengkhianati rajanya, Damdeok.

Intrik dan konflik bertebaran di sepanjang serial ini. Bagaimana cara menjatuhkan lawan, menguasainya dan menjadi pemenang atas peperangan baik fisik maupun politik dilakoni oleh Damdeok. Dengan kecermatannya, Damdeok berhasil memperluas kerajaan Goguryeo dan menjalin persahabatan dengan beberapa negara tetangga. Namun pendeta Hwan chool yang terus merongrok Damdeok karena menginginkan kekuasaan mutlak atas seluruh bumi yang hanya bisa didapat dengan kekuatan langit melalui keempat benda keramat tadi, tak kan berhenti sampai mendapatkan jantung Damdeok sebagai kunci pembuka kekuatan langit yang dimaksud. Lantas bagaimanakah cara Damdeok sang raja Jooshin mengalahkan pendeta Hwan chool yang tak abadi ini serta apakah sang pendeta sendiri berhasil membuka kekuatan langit dengan jantung Damdeok? Di episode 24 akan terjawab semua pertanyaan ini.


Damdeok, putera mahkota yang rendah hati



Tae wang yang agung


Panjangnya sinosis di atas mungkin dapat sedikit menggambarkan bagaimana plot serial ini disusun. Meski demikian akan lebih banyak kesan yang didapatkan ketika menonton sendiri episode demi episode yang telah disusun dalam serial ini. Bagi saya, selain menawarkan bintang-bintang ternama selain Bae Yong Joon yang telah terbukti acting kerennya dimanapun, serial ini memang sangat kuat dari sisi cerita yang disuguhkan. Legenda raja ke 19 Goguryeo dengan keempat wakil langit yang menjaganya telah menjadi hiburan yang mendebarkan bagi saya beberapa hari ke belakang. Untuk kelas drama serial dengan budget tinggi, average rating 30% yang didapatkan serial ini di negeri asalnya juga telah menggambarkan kepuasan dan kesetiaan penonton terhadap kemasan yang disuguhkan.

Ada ratusan bahkan ribuan special affect yang digunakan di sini. Meski pada beberapa bagian terlihat kurang halus, pada kesimpulannya saya kagum dengan usaha produser dan sutradara yang mencoba menampilkan sisi yang berbeda dari suatu drama televisi. Ketika kebangkitan keempat benda langit dan beberapa motion affect yang diperlihatkan ketika Damdeok sedang sangat bersedih atau murka membuat saya seperti melihat sendiri kehidupan dan kekuasaan para dewa-dewa pada masa itu. Keren lah pokoknya!

Soal acting para pemainnya rasanya tak ada yang kurang pas. Lee Ji Ah, si new comer yang pada saat casting telah mengalahkan Ha Ji Won bahkan Kim Tae Hee untuk mendapatkan peran Seo Jeoh dan Sujini bahkan bermain gemilang. Tak kelihatan sama sekali kalau Ji Ah adalah anak baru di dunia acting. Wajahnya yang ayu pun sangat pas dengan tokoh Sae Yeoh yang lembut dan pengasih.


Seo Yeoh, sangat pandai memanah



Sujini yang ceria


Yoon Tae Yong, saya mulanya agak kaget melihat kemunculannya di sini secara saya biasa melihatnya sebagai pemain figuran pada beberapa drama yang pernah saya tonton. Namun di sini perannya sebagai Ho Gae ternyata cukup pantas dan dengan postur tubuhnya yang tinggi besar Yoon Tae Yong memang cocok untuk menggambarkan seorang prajurit yang tak takut akan apapun bahkan kematian. Kekurangan Yoon Tae Yong di sini, menurut saya, hanya pada guratan rasa cinta terpendamnya pada Ki Ha yang kurang terasa kental emosinya. Namun ketika Tae Yong memunculkan sisi dendam, amarah dan keputusasaan Ho Gae, Tae Yong berhasil menghidupkannya dan tidak terkesan dibuat-buat sedikitpun.

Untuk Moon So Ri yang berperan sebagai Kajin dan Ki Ha, saya rasa juga sudah pas dan tanpa cela. Meski pada beberapa adegan yang melibatkan amarah Ki Ha, So Ri kurang keras teriakannya, saya tetap menyukai penampilannya di sini.

Untuk Bae Yong Joon sepertinya tak ada komentar lebih lanjut. Keren deh Yoon Sama! Keren banget! (gak sia-sia masih masuk dalam top ten most wanted actor se Korea)

Kesimpulannya, saya suka sekali dengan serial ini. Meski lagi-lagi.. endingnya menurut saya kurang klimaks, malah seolah-olah hanya berhenti di anti klimaks untuk membuat The Legend II, saya sampai sekarang masih bertanya-tanya (seolah ingin nanya ke sutradaranya langsung nih) kenapa akhir misi Damdeok seperti itu? Kenapa raja Jooshin yang agung, cermat dan bijaksana bisa berkesimpulan seperti itu?

Bagi saya, tentu saja sebagai penonton yang selalu ingin a very happy ending (bukan berarti serial ini sad ending yah), saya lebih suka kalau Damdeok menembakkan panahnya kepada Ki Ha yang telah berubah menjadi phoenix. Saya lebih suka kalau akhirnya Damdeok akan kembali kepada Sujini dan anaknya Ah Jik. Tapi apa daya, saya bukan sutradaranya dan kekesalan akan ending cerita ini rasanya akan agak susah dihilangkan untuk beberapa hari ke dapan😛
So, tanpa memperhatikan endingnya, mutlak saya bubuhkan 5 bintang untuk Tae wang sa shin gi (The Legend) ini! Mutlak.

Sutradara: Yoon Sang Ho

Pemain:
Bae Yong Jun: Damdeok / Hwanwoong
Lee Ji Ah: Sujini / Seo yeoh
Moon So Ri: Seo Ki Ha / Kajin
Oh Kwang Rok: Hyeonko
Choi Min Soo: Daejangro
Yoon Tae Young: Yeon Ho Gae
Park Sang Won: Yeon Garyo
Lee Philip: Cheoro
Park Seong Min: Saryang
Park Sang Myun: Jumuchi
Shin Eun Jung: Dalbi
Kim Mi Kyung: Bason
Jang Hang Sun: Heuk Gae (Julno chief)
Kim Hyuk: Heuk Gae’s son
Kim Suk: Heuk Gae’s younger son
Jung Yoon Suk: Ahjik (Kiha and Damdeok’s son)
Lee Da Hee: Gakudan
Yoo Seung Ho: young Damdeok
Park Eun Bin: young Ki Ha
Oh Seung Yoon: young Hyeonko
Shim Eun Kyung: young Suzini
Kim Ho Young: young Ho Gae
Lee Hyun Woo (younger): young Cheoro

Episode: 1-24
Release: 11 September 2007

23 thoughts on “The Legend (Tai Wang Sa Shin Gi)

  1. wah …. meskipun saya baru nonton
    setengahnya (eps 13), saya se7
    mengacungkan 4 jari jempol buat
    serial yg keren abis ini.
    Bae Yong Jun sbg damdeok cool abis
    …..

  2. bentaran klu dah kelar sampe ep 24 pasti ikutan ‘demam byj’ juga nih😛

    btw ada si blue dragon phillip lee yg juga menyegarkan pemandangan mata di serial ini😀

  3. akkkkkk… kenapaaaa??? apa susahnya narik anak panah?? endingnya bikin hati sakit, yah film sekeren ini endingnya paling gak dibikin indah dikit kek… hikss

  4. entah kapan lagi bisa dapat nonton drama serial sekeren, sehebat, sedahsyat THE LEGEND.gue relain nonton film ini ampe jam 5 pagi.luar biasa deh film ini, alur ceritanya tidak bertele-tele gak seperti film epic hongkong yang dibuat bertele-tele.
    puas sekali deh udah dapat nonton film ini,
    entah kapan lagi ada film serial sebagus ini

  5. Episode awal ampe pertengahan gillee mantap abizz…
    pokoknya keren abiss lah!!!
    tapi sayang episode akhirnya(ending)kurang begitu memuaskan…, harusnya dibuat sebagus mungkin tuh endingnya biar ada kenangan yg berbekas di hati para penonton.

  6. nagih ya nontonnya? makanya gue bisa kelar dalam 4 hari hehehe.. memang sih endingnya agak mengecewakan, tapi dimaafkan lah🙂 mengingat kondisi yoon-sama memang sudah tidak memungkinkan untuk terus syuting waktu itu.

  7. bravooooo buat film the legend meski banyak halangan mengenai izin syuting tp akhirnya selesai jg,filmnya cukup bagus tapi kenapa endingnya BYJ cuma begitu aja ya,g ada jaln\an cerita buat yang lainya khidupan selanjutnya g jelas,,,tp bravoo buat The Legend,,

  8. Pingback: The legend « kawaii Weblog

  9. apa benar, ada the legend II ?
    Penasaran neh, klo bener ada, bisa didapat dimana ya ?
    thanks banget atas informasinya…
    The legend kereeeeen abisssss….

  10. baru selesai nonton minggu lalu, pada awalnya ngak terlalu tertarik nonton karena aku ngak terlalu suka nonton film fantasi tapi…drama ini beda. TOP..keren banget deh. damdoek is so handsome..he..he..

  11. Bae Yong Jun, emang ga ada matinya….!!! keren abis deh pokoknya. Two thumbs-up.
    Yang ini emang bagus banget…
    Moga-moga ada lagi deh lanjutannya ato….
    paling nggak ada lagi film-film BYJ yang baru.

  12. BYJ memang tidak ada matinya….

    baru nonton ampe episode 19….. aduh penasaran banget

    pengen beli dvd aslinya nih (mahal2 gw jabanin penghabisan)….. pas ke gajah mada tahunya tokonya ud tutup or pindah (RESE!!!1 Pengen nangis)

  13. The legend emang keren abis..kerasa banget gituh suasana jaman dulunya..
    ya cuman itu sama juga…gemes sama ending nya..yg kayaknya “aneh”..gituh.
    Yoon sama….hihihihi…keren banget yaah..
    btw..punya mp3 soundrack the legend ngak?? boleh donk klo ada yaah…
    tq
    blog nya bagus…

  14. korea buagus unik buanget,,,,,,,,,glaaaa gw suka bgt sangat memiliki khasan yang membuat gw terbuai dan berusaha agar tak tertinggal lg dri penayangan flm2nya yang menarik hatiku…………..

  15. Saya nggak percaya seorang raja Jiushin yang agung dapt mengambil keputusan sekonyol itu…
    Itu khan sama aja bunuh diri…

    Btw, gmana sih endingnya ??
    Apakah Damdeok benar – benar meninggal ??
    Bagaimana nasb Kiha, Sujini, dan Ah-Jik ??

    Thanks for d help…

  16. Bener bget !!!
    Endingnya itu yang bikin sebel !!!
    Tapi pinter lho sutradara_na, sengaja bnget dibuat kyak gtu..
    Biar penonton_na terkesan dan membekas di hati(ceilee!!!)

    Btw, apa Damdeok bner-bner meninggal ??
    Trus, gmna tuch nasib_na Kiha, Sujini, an Ah-Jik ??
    N bner gak sih ada The Legend II ??

    Makasih !

  17. waw..,ternyata ya…keselnya kita sama semua.! knpa hrs bgtu endingnya, padahal sudah ada sujini yang selalu dirindu, akh..kalo bener ada the legend II, crtanya hrs lbh buat kita very happy..ok! aku tiap hari ketemuan ma Bae..tergantung mau liat dia di episode mana.

  18. Pada seneng liat bae apanya di the legend ini? tidak pakai kacamata..and rambut panjangnya pakai diikat…keren khan!!!!! apalagi kalau pakai baju perangnya..! gilaaaaa yaaaaa….hebat deh!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s