The Sword of Alexander (Taitei no Ken)


Abe Hiroshi kali ini berperan sebagai Yorozu Genkuro, seorang pendekar berdarah negro yang mendapat wasiat berupa sebuah pedang besar dari kakeknya. Sebelum meninggal, sang kakek berpesan pada Genkuro untuk menemukan kedua benda lain yang merupakan pecahan metal ajaib sebagaimana pedang yang diberikannya pada Genkuro. Konon kabarnya, barangsiapa yang memiliki ketiga benda tersebut akan memiliki kekuatan maha dahsyat yang tak kan tertandingi di seluruh jagat raya ini.

Ternyata yang memburu ketiga benda metal ajaib bukan saja para pejuang dan ninja dari berbagai aliran. Dua kelompok alien yang sedang bertarung pun sampai turun ke bumi untuk menemukan benda yang sama. Kelompok baik diwakili oleh Ran yang secara tidak sengaja bertemu dengan putri Mai dan kemudian ‘menumpang’ di dalam tubuhnya, sementara kelompok alien jahat diwakili oleh Dakusha yang ‘menumpang’ pada tubuh seekor beruang.

Putri Mai dan Genkuro pula bertemu di sebuah hutan saat Mai dan Sasuke (pengawalnya yang setia) tengah dikeroyok oleh sekelompok bandit yang ingin menjadikan putri Mai sebagai tawanan bagi pihak penguasa. Genkuro yang gagah menyelamatkan Mai dengan pedang besarnya. Genkuro seketika menjadi pahlawan dan disambut khusus di kediaman Mai. Kisah cinta yang unik pun terselip di antara Mai dan Genkuro sejak itu.

Sekelompok ninja jahat yang telah berhasil menemukan dua benda metal ajaib tak mengetahui kalau pimpinannya telah dirasuki oleh Dakusha. Ambisi sang pimpinan untuk menyatukan ketiga benda metal ajaib tersebut sampai pada puncaknya ketika sang pimpinan bertemu dengan Genkuro dan pedangnya. Pertarunganpun terjadi dengan sangat sengit. Siapakah yang akhirnya menang dan dapat menguasasi ketiga benda metal ajaib tersebut? Apakah yang terjadi jika ketiga benda tersebut disatukan? Temukan jawabannya di akhir film ini!


Genkuro, si pendekar turunan negro
(credit as labelled)



Dakusha dan Ran dalam tubuh tumpangan masing-masing
(credit as labelled)


Perpaduan antara setting kuno dengan alien memang bukan suatu hal yang biasa. Tapi memang film ini sengaja dibuat keluar jalur dan tanpa memperhatikan nilai masuk akal atau tidak, Taitei no Ken yang sarat dengan aksi laga dan komedi yang segar dan menghibur. Secara jalan cerita yang tersusun rapi dengan alur naik yang selaras dengan pengaturan ritme emosi penonton, Taitei no Ken tidak sedikitpun berkesan ingin menyalurkan ide-ide aneh yang dipaksakan, meski banyak hal-hal ajaib berkeliaran dalam film ini.

Sejatinya Taitei no Ken memang diadaptasi dari rangkaian cerita karangan Baku Yumemakura yang bergenre fiksi dan fantasi. Sehingga tak heran dalam film ini muncul berbagai macam karakter dengan segala keunikan mereka. Saya sendiri mencatat Genkuro sebagai tokoh yang sangat unik. Pendekar yang tak pernah mandi ini bahkan tak percaya ketika putri Mai mengatakan kalau badannya bau. Sementara peralihan jiwa antara Mai dan Ran atau Dakusha dan tubuh-tubuh tumpangannya juga sering mengundang tawa bagi saya. Apalagi ketika pertama kali Mai dikuasasi oleh Ran dan Ran serta merta mencium Genkuro dengan caranya yang unik. Suara machonya Ran juga sangat janggal terdengar dipasangkan pada tubuh cantik dan ayu Mai tapi lagi-lagi ini hanya sekelumit bumbu komedi yang ditawarkan Tsutsumi Yukihiko. So, bagi anda yang menyukai atau ingin mencicipi film bergenre fiksi-fantasi mungkin bisa melirik ke yang satu ini. Well recommended kok, tiga bintang dari saya.

Sutradara: Tsutsumi Yukihiko
Pemain: Abe Hiroshi (Yorozu Genkurou), Hasegawa Kyoko (putri Mai/Ran), Kudo Kankuro (Sasuke), Kuroki Meisa (Botan), Endo Kenichi (Gonzou), Funaki Masakatsu (Dakusha), Musaka Naomasa (Kuromushi)
Release: 7 April 2007

One thought on “The Sword of Alexander (Taitei no Ken)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s