The Promise


Kangen dengan oppa yang satu ini, akhirnya saya menjajal ulang “The Promise” yang merupakan urun rembug Jang Dong Gun dengan beberapa pemain dari negeri tetangganya seperti Nicholas Tse, Cecilia Cheung dan Hiroyuki Sanada. Film ini sejatinya memang buatan sineas Taiwan dan selama 128 menit durasinya juga mutlak menggunakan bahasa mandarin.

Bercerita tentang Kunlun, seorang budak yang mempunyai kemampuan bela diri tingkat tinggi dan sangat lihai berlari dengan kecepatan seperti angin. Kunlun yang tidak pernah tahu asal muasalnya ini, diangkat menjadi budak jendral Guangming setelah Kunlun secara tak sengaja membantu sang jendral dalam sebuah perang besar melawan kaum barbar.

Jendral Guangming sebenarnya adalah sosok pemimpin yang sangat disegani, dihormati, dan mengabdi pada kerajaan. Namun Wuhuan, salah satu pejabat istana yang ingin menggerogoti kekuatan di dalam istana berusaha untuk menjatuhkan jendral Guangming dengan berbagai cara. Wuhuan mengutus pembunuh bayaran untuk membunuh sang jendral sementara Wuhuan juga telah mengepung istana untuk menguasai kerajaan dan wanita simpanan raja yang bernama Qing Cheng. Namun sang jendral berhasil diselamatkan oleh Kunlun meski si serigala pembunuh utusan Wuhuan berhasil melukainya. Untuk menyelamatkan raja dari kepungan tentara Wuhuan, jendral Guangming mengutus Kunlun untuk menyamar sebagai dirinya. Kunlun yang lugu sempat bertanya kepada majikannya, “Bagaimana aku mengenali raja?” Dan jawaban singkat jendral Guangming menjadi awal kisah ini. “Raja adalah satu-satunya yang tidak memegang senjata”.

Sesampainya di istana, Kunlun menyaksikan seorang wanita sedang dikejar-kejar seorang pria dengan pedang terhunus. Kunlun pun bergerak cepat menyelamatkan wanita itu dan membunuh si pria berpedang. Kunlun yang polos tak tahu kalau pria yang telah dibunuhnya itu tak lain adalah raja yang mestinya dia selamatkan. Kunlun dan Qing Cheng melarikan diri sampai ke sebuah ujung air terjun yang curam. Wuhuan dan pasukannya yang berhasil mengejar Kunlun dan Qin Cheng memaksa Kunlun untuk membuat keputusan. Nyawanya atau nyawa sang putri cantik. Kunlun pun tanpa berpikir panjang mengorbankan dirinya dan terjun ke dalam jurang.


Membuat perjanjian dengan sang dewi



Hamba dan majikannya



Akankah bersatu?

Qing Cheng, sang putri yang telah dikarunia kecantikan oleh seorang dewi sungai, tak kuasa menahan hatinya untuk tidak jatuh cinta pada jendral yang telah menyelamatkannya. Apadaya, sebagaimana kutukan sang dewi pada dirinya, setiap lelaki yang dicintai Qing Cheng pasti akan mati dan takdir ini akan berlangsung terus kecuali salju dapat turun di musim semi dan orang yang mati dapat dihidupkan kembali. Qing Cheng pun kemudian menjadi tawanan di sangkar emas yang sengaja dibuatkan Wuhuan untuknya.

Takdir Kunlun dan Qing Cheng kembali dipertemukan ketika Kunlun yang berhasil selamat dari air terjun itu mendapatkan tugas untuk menyelamatkan Qing Cheng. Demi baktinya, Kunlun pun membawa Qing Cheng ke hadapan sang jendral yang ternyata juga sangat tertarik kepada kecantikan Qing Cheng. Sedangkan Qing Cheng yang merasa jendral Quangming adalah pahlawan penyelamatnya pula berniat untuk menyerahkan hidup dan cintanya pada sang jendral. Kunlun sendiri pun sebenarnya tak kuasa menahan pesona yang dipancarkan Qing Cheng. Bagaimanakah akhir kisah Kunlun, Qing Cheng dan jendral Guangming ini? Lalu bagaimana dengan makar yang diciptakan Wuhuan? berhasilkan Wuhuan menguasai istana? Siapakah yang akhirnya mendapatkan hukuman atas pembunuhan raja?

Sebenarnya isi cerita yang ditawarkan film ini sangat sederhana dan mudah dicerna. Hanya saja konflik yang diciptakan antara majikan, budak, dan wanita tercantik yang mendapat kutukan ini sedikit terlihat rumit oleh intrik politik, kekuasaan dan perang yang dilakoni oleh Wuhuan (Nicholas Tse). Di lain sisi, suguhan-suguhan grafik dan motion affect yang menawan memang memanjakan penonton yang haus akan hiburan-hiburan sarat fantasi negeri di awan selaiknya ketika sedang menonton “The Restless” atau film-film senada.

Yang kembali saya catat di sini mungkin kekakuan Jang Dong Gun di keterbatasan bahasa mandarinnya. Meski minim dialogue, gerak bibir dan dialeknya terasa janggal dan kurang natural. Dibanding dengan Hiroyuki Sanada yang sepertinya memang memiliki kemampuan bahasa bilingual sehingga dapat tampil total di sini. But in anyway, soal acting si kang satu ini memang tidak mengecewakan deh. Meski memang kurang begitu keluar dan tereksplorasi dibanding dengan penampilannya di “Typhoon”. Tiga bintang deh untuk “The Promise”.

Sutradara: Chen Kaige
Pemain: Jang Dong Gun (Kunlun), Hiroyuki Sanada (Jendral Guangming), Cecilia Cheung (Qing Cheng), Nicholas Tse (Wuhuan), Liu Ye (Serigala pembunuh), Chen Hong (Dewi sungai)
Release: 15 Desember 2005
Credit: hancinema.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s