Miracle on 1st Street


Ternyata masalah gusur menggusur perumahan kumuh untuk kepentingan komersil tidak hanya dialami masyarakat miskin di Indonesia tanah air saja, di Film Drama Korea ini, issue tersebut coba diangkat.
Lim Chang Jung kembali di gandeng Ha ji Won untuk berduet dalam film produksi tahun 2006 ini, setelah film pertama mereka, Sex is Zero yang sarat unsur pornografinya.

Alih-alih sebagai mahasiswa bodoh, kali ini Chang Jung Ajjusi berperan sebagai seorang mafia. Sedangkan Ha Ji Won Harus rela menanggalkan keseksiannya seperti di Love is So Divine, karena kali ini Ji Won berperan sebagai seorang petinju wanita yang ingin meraih gelar Petinju Asia, just like her dad, sehingga Ji Won benar-benar seperti laki-laki di film ini.

Cho Pil Jae (Lim Chang Jung) diutus bossnya dari perkumpulan mafia setempat untuk melakukan pembebasan lahan pada sebuah permukiman kumuh yang nantinya akan dibangun sebuah komplek apartemen mewah di atasnya.


Awalnya Pil Jae yang ditugaskan mengumpulkan tanda tangan persetujuan pembebasan tanah dari setiap keluarga di permukian kumuh itu mencoba melakukan pendekatan persuasif pada setiap keluarga namun selalu diakhiri dengan kegagalan karena warga setempat tidak sudi untuk pindah dari tempat dimana mereka lahir dan besar tersebut. Lama kelamaan Pil Jae menjadi akrab dengan anak-anak setempat dan hampir melupakan tugas utamanya itu, sampai suatu ketika bossnya datang dan mengerjaan ‘tugas’ Pil Jae dengan cara kekerasan.
Di lain pihak, Song Myeong Ran (Ha Ji Won) adalah salah satu warga dari daerah kumuh tersebut yang bercita-cita menjadi juara tinju wanita seasia, sama seperti ayahnya ketika Myeong Ran masih kecil, namun kini ayahnya telah sakit-sakitan, namun Myeon Ran tetap menyayangi ayahnya yang merupakan sumber inspirasinya tersebut. Myeong Ran yang rajin berlatih dan bekerja untuk menghidupi keluarganya sekaligus, bertekadnya untuk melakukan pertandingan menantang Juara Tinju Asia wanita saat itu.

Pil Jae yang sebelumnya dekat dengan adik laki-laki Myeon Ran, lama kelamaan tertarik pada Myeon Ran, dan menjadi iba akan derita yang dialami Myeon Ran dan sebagian besar penduduk miskin yang lahannya sebenarnya mesti dia gusur. Maka ketika Bossnya mengobrak-abrik perkampungan itu, Pil Jae bersusah payah untuk melawan Bossnya.

Biarpun film ini benar-benar bikin sedih dan sangat menyentuh sisi humanis, tapi saya sebenarnya tidak begitu paham ending dari kisah ini. Filmnya seperti dipaksakan habis (dengan ending bahagia tentunya).

Perlu di catat, film ini banyak sekali dihiasi adegan kekerasan yang di alami oleh hampir seluruh pemain (bahkan pemain ciliknya), dari mulai pukulan pada kepala, tamparan (entah karena budayanya yang seperti itu) sampai pemukulan pada wanita (boss mafianya bikin saya pengen melempar dia ke jurang).

On the lighter note, film ini tetap layak di tonton kok. Apalagi ada dua pemain cilik si Il Dong dan adik perempuannya Il Sun yang harus tinggal dengan kakeknya yang miskin, yang ikut meramaikan film ini. Akting mereka patut di acungi jempol, lucu, mengemaskan sekaligus menguras air mata akibat beban hidup yang harus mereka pikul di usia belia seperti itu. Ajaibnya (sama seperti judulnya) ending yang Ajaib bikin saya cuma rela membagi 2 bintang saja. (tatz)

produksi : tahun 2006

Cast:
Ha Ji Won
Lim Chang Jung

6 thoughts on “Miracle on 1st Street

  1. aku suka sama film ini mbak…kesian yah anak2 kecilnya…yg mereka dibeliin tomat, eh ktemu anak2 nakal, akhirnya tomat mereka abis krn anak2 nakal itu nglemparin mereka pake tomat2 itu…aku nangis disitu…hiks…
    iyah, aku jg ga ngrti endingnya?? ko tiba2 bs bgitu yah?? bener2 bingung aku endingnya…

  2. betul bgt, salah satu scene yg bikin saya ikutan
    nangis memang pas scene dimana anak2 kecil itu
    dikerjain sama anak2 nakal pakai buah tomat hasil
    keringat mereka sendiri…

  3. Iya tuh, gw juga sempet spechless liat tuh scene. Meski sebetulnya saya kurang menikmati filmnya, tapi kehadiran dua anak kecil itu lucu juga yah. Tentu selain dari pesan sosial yg ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s