Queens Of Langkasuka (2008)


Maraknya industri film Asia sekarang ini ternyata juga tetap diimbangi oleh produksi film-film dari negeri Siam dengan kekhasan mereka untuk spesialisasi film aksi, horor dan film-film bernuansa etnis seperti yang satu ini. Queens of Langkasuka, sebuah film kolosal yang berkisah tentang perebutan kekuasaan kerajaan Langkasuka oleh para pemberontak dan bajak laut yang ternyata menyimpan dendam terhadap keturunan raja diraja Langkasuka.

Queen Hijau yang berkuasa di negara Langkasuka mencoba menjaga teretorialnya dengan bersahabat dengan beberapa kerajaan kecil di sekitarnya dan karena banyaknya pemberontak yang ingin menjatuhkan kerajaan ini Queen Hijau pun berusaha mendapatkan dukungan dari kerajaan Pahang dengan menikahkan salah seorang dari kedua putrinya dengan Pangeran Pahang. Namun ancaman pemberontakan ini masih saja meresahkan sang ratu karena kurangnya persenjataan modern mereka dan adanya pembelot di kalangan istana yang masih tidak diketahui identitasnya.

Leem Kiam adalah pembuat meriam terkenal di perairan Langkasuka yang diperebutkan oleh pihak pemberontak dan kerajaan Langkasuka sendiri. Suatu hari Leem Kiam dan Paree, seorang pendekar digjaya yang menguasai ilmu Dolum, tertangkap oleh kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Rawaii dan Ekadam. Pada saat bersamaan, Puteri Bii ru dan Putri Aihu beserta Yarang (panglima kerajaan Langkasuka) ditugaskan oleh Queen Hijau untuk mencari Lee Kuam dan tak ayal lagi karena jumlah pasukan mereka sedikit, rombongan istana Langkasuka ini pun tertangkap oleh Ekadam. Putri Bii ru dan Yarang berhasil melarikan diri, sementara Putri Aihu terluka dan diselamatkan oleh Paree. Sekelumit kisah cinta pun sempat terselip di sini.


Paree dan Putri Aihu, kisah cinta yang rumit



Kelompok pemberontak Rawaii dan Ekadam



The sea battle (animasinya masih kurang smooth)

Peperangan pun tak dapat dielakkan ketika kelompok pemberontak Rawaii dan Ekadam berhasil mendapatkan meriam canggih peninggalan guru Leem Kiam sementara Leem Kiam sendiri yang sudah membaktikan dirinya pada Queen Langkasuka telah berhasil menciptakan Gold meriam yang juga tak kalah canggih. Ketika pasukan Langkasuka sudah hampir memenangkan pertempuran, sang pembelot di kalangan istanapun muncul dan mengancam Queen Hijau. Keadaan berbalik sampai akhirnya muncullah Paree dengan ilmu Dolum nya memecah lautan dan menumpas habis gerombolan pemberontak Rawaii dan Ekadam.

Cukup seru dan asil untuk ditonton. Apalagi suguhan efek animasi dan pemain-pemain Thailand yang juga sepertinya tak mau ketinggalan gaung untuk merekrut bintang-bintang turunan bule dalam layar lebar mereka. Meski demikian, jempol lah untuk film Thailand yang berani tampil beda dan tetap mengusung ciri khas negara mereka. Worth to try (meski nama-nama pemainnya susah disebutkan😛 ). PS: bahasa di film ini kedengaran seperti bahasa mandarin, not too annoying for me🙂

Sutradara: Nonzee Nimibutr
Pemain:
Jarunee Suksawat sebagai Queen Hijau
Jacqueline Apithananon sebagai Princess Bii ru
Anna Ress sebagai Princess Aihu
Chupong Changprung sebagai Yarang
Ananda Everingham sebagai Paree
Sorapong Chatree sebagai Guru Paree
Jesdaporn Pholdee sebagai Pangeran Pahang
Winai Kraibutr sebagai Ekadam
Jakkrit Phanichphatikram sebagai Leem Kiam
Andre Machielsen sebagai Janis Bree
Release: 25 Oktober 2008

Credit: wikipedia.org, answer.com

2 thoughts on “Queens Of Langkasuka (2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s